Dilihat dari kondisi geografisnya, Provinsi Bengkulu termasuk daerah rawan bencana terutama gempa bumi dan memiliki ancaman tsunami jika gempa bumi berasal dari laut. Hal ini menjadi tantangan bagi Yayasan Al Hasanah Bengkulu untuk menerapkan sekolah aman bencana di lingkungan Al Hasanah yang bertujuan untuk mengantisipasi jatuhnya korban saat terjadi bencana.

Selain ikhtiar dengan membangun sarana fisik dari bahan-bahan yang terbaik, Al Hasanah juga melakukan kemitraan dengan pihak luar. Al Hasanah bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diwakili oleh Bapak Agus dan Bapak Dahrizal,  dan pengabdian tim Poltekkes Kemenkes Bengkulu memberikan sosialisasi serta pemahaman kepada guru dan karyawan SDIT Al Hasanah dan SMPI Al Hasanah tentang bagaimana menanggapi bencana.

pemberdayaan-guru-untuk-pengurangan-resiko-bencana

Penyuluhan ini membuat guru dan karyawan semakin yakin tentang pentingnya saling percaya antar warga sekolah, antara guru dan murid, antara guru dan orangtua dan antara sekolah dan orangtua serta bagaimana orangtua sepenuhnya percaya akan rasa aman anak-anak mereka di Al Hasanah.

Sekolah bukan saja tempat menimba ilmu pendidikan formal oleh anak-anak, tetapi juga sebaggai tempat pemberian rasa aman kepada orangtua. Di saat terjadinya bencana, orangtua akan lebih tenang dalam mensikapi dan mengambil langkah bijak dikarenakan rasa aman telah sesuai harapan.

Mudah-mudahan dengan kegiatan ini menjadikan warga SDIT Al Hasanah dan SMPI Al Hasanah lebih sadar akan bencana dan siap mengantisipasi bersama-sama.