Banjir terparah sepanjang sejarah bencana banjir di Bengkulu terjadi pada 27 April 2019. Bisa dibilang terparah karena banjir yang berdampak di beberapa daerah ini sebelumnya pernah terjadi pada 2012 tapi hanya sebatas menggenangi jalan, tidak seperti di tahun ini yang sampai sepinggang orang dewasa.

Hujan lebat membuat tidak hanya banjir yang menenggelamkan dan merobohkan rumah, tapi juga membuat jalan lintas barat Sumatera penghubung provinsi Bengkulu dan Lampung tertutup karena material tanah yang longsor. Beberapa posko disiagakan untuk para pengungsi bencana banjir Bengkulu.

Berdasarkan data yang dihimpun dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), ada sekitar 13.000 warga Bengkulu yang merasakan bencana banjir ini. 12.000 warga di antaranya harus mengungsi karena tempat tinggal mereka sudah terendam dan tidak mungkin digunakan untuk tinggal ataupun beraktivitas. Terlebih per tanggal 1 Mei 2019, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memberikan keterangan bahwa korban meninggal dunia sudah mencapai 30 jiwa.

Beberapa daerah yang terdampak adalah
1. Kota Bengkulu: Sawah Lebar, Tanjung Agung, Bentiring
2. Kabupaten Bengkulu Tengah: Desa Pasar Pedati, Desa genting dan Desa Raja Besi

Melihat bencana ini, Al Hasanah Bengkulu melalui UPZ (Unit Pengumpul Zakat) Al Hasanah menghimpun donasi yang terkumpul sebesar Rp 30.215. 700 (tiga puluh juta dua ratus lima belas ribu tujuh ratus rupiah).

Alhamdulillah donasi diberikan langsung kepada yang membutuhkan dan diprioritaskan untuk keluarga besar lingkungan Al Hasanah yaitu guru, karyawan, dan wali murid Al Hasanah. Kriteria penerima donasi adalah masyarakat yang anggota keluarganya meninggal dunia dan mengalami kerusakan rumah hingga roboh.

Penerima Donasi melalui UPZ Al Hasanah:

  • 24 orang, di antaranya ada 2 guru & karyawan dan 2 orang wali murid
  • 1 Masjid di Desa Genting
  • 2 Taman Kanak-kanak (TK): TK Ade Irma dan TK Anugerah

Semoga distribusi donasi yang sudah dihimpun dan disalurkan bisa meringankan para korban banjir Bengkulu, mencukupi kebutuhan sehari-hari dan sebagian bias disisihkan untuk aktivitas atau usahanya. UPZ Al Hasanah turut berduka atas kejadian yang menimpa kota Bengkulu ini dan semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dan kebangkitan untuk hamba-NYA yang tidak putus asa. Amin.