Mengawali Bulan Ramadhan 1437 H, Yayasan Al Hasanah Bengkulu menggelar murokaz al qur’an di Mesjid Al Hasanah Pagar Dewa. Kegiatan yang diikuti 120 orang ini diperuntukkan bagi guru dan karyawan dari seluruh unit pendidikan Al Hasanah.

Ketua panitia pelaksana Ustadz Adi Harianti, S.Pd.I, menjelaskan murokaz al qur’an adalah kegiatan yang memfokuskan baca al qur’an meninggalkan kegiatan harian lainnya. “Pada kegiatan ini peserta fokus pada penyelesaian baca al qur’an dengan target khatam 30 juz selama 3 hari,” ujar Ustadz Adi.

murokaz-alquran-ramadhan-1437H

Acara yang mengambil tema “Melalui Momentum Ramadhan 1437 Hijriah, Mari Jadikan Alqur’an sebagai Sarana untuk Melejitkan Potensi Ruhiyah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Yayasan Al Hasanah” ini berlangsung selama 3 hari, tanggal 1 – 3 Ramadhan 1437 H, pukul 07.00 WIB  – 14.00 WIB.

penceramah-murokaz-alquran-yayasan-alhasanah

Setelah shalat zuhur berjamaah, kegiatan diisi dengan kultum. Ustadz Syamlan, Lc memberikan kultum di hari pertama, kemudian Ustadz Irham Lc dan hari terakhir Ustadz Dani Hamdani, M.Pd. Mereka menyampaikan makna dan keteladanan dalam berpuasa. Puasa mengajari umat Islam untuk senantiasa ikhlas, jujur, disiplin, bertakwa dan bersyukur. Dikatakan juga bahwa puasa membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Dimisalkan pada ulat bulu, kondisi fisiknya mengerikan dan menjijikkan. Namun setelah si ulat bula berpuasa (kepompong), akhirnya menjadi kupu-kupu yang cantik.

peserta-murokaz-alquran-alhasanah

Peserta murokaz antusias dan khusuk mengikuti kegiatan ini. Terbukti rata-rata peserta mampu menuntaskan baca al qur’an sebanyak 10 juz per hari. Yang tak kalah menariknya, di sesi akhir sebelum pulang, panitia memberikan doorprize kepada peserta yang berhasil menjwab pertanyaan dari panitia. Di hari terkakhir, panitia memberikan reward bagi peserta yang berhasil mengkhatamkan al qur’an 30 juz, yaitu Ustadzah Diah, Ustadz Leo, Ustadz Riki, Ustadzah Pera, Ustadzah Desi Wartini dan Ustadzah Sipti.

Ustadz Adi mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan baca al qur’an menjadi tradisi bagi guru dan karyawan Al Hasanah khususnya dan umat Islam umumnya. Hal ini penting sebagai landasan ruhiyah seperti yang telah ditunjukkan para pemimpin dakwah dalam sejarah Islam.