Era digital membawa perubahan besar dalam pola tumbuh kembang generasi muda. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan akses informasi, namun di sisi lain membuka risiko terpapar pergaulan bebas hingga hedonisme digital. Dalam menghadapi tantangan ini, posisi ibu sebagai madrasatul ula (sekolah pertama) menjadi benteng utama dalam menjaga akidah dan akhlak anak. Sebagai wujud kepedulian terhadap tantangan parenting modern, Yayasan Al Hasanah Bengkulu menggelar Dauroh Ustadzah Guru dan Karyawan bertajuk “Ibu Madrasatul Ula di Era Digital: Peran Ibu Mengawal Fitrah dan Menjaga Anak Remaja Dari Pergaulan Bebas”.

Kegiatan dauroh interaktif ini diikuti oleh 149 ustadzah dari seluruh unit pendidikan Yayasan Al Hasanah. Acara dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026, berlokasi di lantai 2 Mesjid Hasymi Lain kompleks Pondok Pesantren Al Hasanah, Bengkulu Tengah, dengan narasumber Ustadzah Eka Susanti, S.Ag.

Pengasuhan anak di era modern memerlukan keseimbangan antara nilai keimanan dan pemahaman realitas zaman. Meneladani pesan Ali bin Abi Thalib RA untuk mendidik anak sesuai zamannya, para orang tua dituntut memiliki literasi digital yang baik. Pendekatan otoriter perlu bertransformasi menjadi pengawasan berbasis kasih sayang dan komunikasi dialogis.

Melalui pembinaan ruhiyah ini, terdapat beberapa poin penting yang ditanamkan kepada para pendidik dan orang tua:

  1. Penguatan akidah: menanamkan rasa muraqabah (merasa selalu diawasi Allah SWT) sebagai benteng mandiri (self-filtering) anak.
  2. Komunikasi empatis: membangun ruang dialog yang jujur dan mengayomi agar anak nyaman bercerita tanpa takut dihakimi.
  3. Pendampingan teknologi bijak: menerapkan aturan penggunaan gadget yang disepakati bersama serta mengarahkan energi remaja pada kegiatan positif.
  4. Sinergi rumah dan sekolah: membangun kemitraan antara orang tua dan tenaga pendidik untuk menyelaraskan aturan pergaulan dan adab digital.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh ustadzah guru dan karyawan di Yayasan Al Hasanah dapat menguatkan kembali fungsinya sebagai pendidik dan teladan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Dengan pemahaman yang utuh, diharapkan lahir generasi yang berakhlak mulia, menjaga fitrah, dan mampu membentengi diri dari pengaruh negatif pergaulan bebas.

Pin It on Pinterest

Share This

Share This

Share this post with your friends!