Per 15 Maret 2020, Presiden RI, Joko Widowo merilis himbauan untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah dari rumah dalam rangka menghindari tempat umum atau keramaian kaitannya dengan wabah Corona. Walaupun himbauan berasal dari pusat pemerintahan di ibukota, tapi ini berlaku secara nasional. Sekolah, perusahaan, tempat-tempat publik atau keramaian diisolasi setidaknya sampai akhir Maret 2020 ini.

Kegiatan ini lebih populer dikenal dengan istilah Social Distancing yang bertujuan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular (dalam hal ini adalah virus corona). Seminimal mungkin untuk keluar dari rumah, jika perlu meeting bisa dilakukan secara online, jika ada materi pembelajaran juga bisa disampaikan via dokumen atau video conference. Dari situ, muncul jargon lama “Work From Home (WFH)” alias bekerja dari rumah. Tentunya untuk yang masih sekolah atau kuliah juga diliburkan dan belajar dari rumah.

Work from home artinya tetap produktif melakukan aktivitas setiap hari seperti biasanya di tempat kerja (gedung perkantoran, sekolah, working space, dan lainnya). Untuk tetap bisa beraktivitas, mau tidak mau kita mesti bergantung pada teknologi, maka wajib hukumnya tersedia:
1. Device untuk bekerja: laptop, PC, smartphone/tablet
2. Koneksi internet
3. Software pendukung

Spesifik untuk software pendukung, berikut beberapa alternatif software aplikasi yang bisa diandalkan di berbagai aktivitas selama Work From Home:

Komunikasi & Kolaborasi

Jarak jauh tidak berarti menghambat komunikasi, karena pasti pekerjaan kita berhubungan dengan orang lain. Seperti guru dan murid, staff dengan manajer, atau bahkan sesama tim dalam 1 divisi.
Tools yang umum digunakan:

Task & Time Management

Tools untuk memantau daftar pekerjaan (termasuk set prioritas kerja dan deadline), dan juga mendeteksi jam kerja karena di rumah kita tidak menyediakan mesin absensi maka perlu software untuk memantau jam kerja.

Akses Konten/Dokumen/Materi Kerja

Tempat atau cara untuk bisa mengakses semua materi kerja dan melaporkan atau update ke tim yang saling berkolaborasi di satu tempat, bukan dengan cara tradisional dengan kirim email. Yaitu menggunakan cloud storage, ada beberapa opsi populer: Google Drive, OneDrive, DropBox

Untuk mengolah materi kerja, tiap profesi mempunyai main tools sendiri. Misal untuk akuntan akan menggunakan Microsoft Excel, desainer grafis menggunakan Adobe Photoshop, dan seterusnya.

Khusus untuk edukasi, ada banyak platform pilihan untuk tetap melakukan kegiatan belajar via online course, baik dari pihak ketiga atau yang resmi dari sekolah/kampus masing-masing. Tidak hanya mengakses, siswa juga bisa melakukan ujian dan mendapatkan hasilnya secara real-time.

Memang tidak mudah untuk mendadak harus berpindah dari offline ke full online. Work From Home sebenarnya bukan hanya alternatif tapi di negara-negara besar, ini merupakan cara yang sudah bertahun-tahun dilakukan oleh perusahaan (khususnya perusahaan digital) untuk tetap bisa mempekerjakan banyak orang tanpa harus mengeluarkan banyak biaya operasional di kantor. Di masa yang akan datang, WFH akan lebih populer dan adaptif dengan berbagai profesi dan industri.