Saat bulan Ramadan tiba, terdapat sebuah malam yang istimewa. Malam yang dinanti-nanti oleh umat Islam, malam yang penuh rahmat dibanding malam-malam lainnya. Ya, ialah malam Lailatul Qadar, malam yang mulianya lebih dari malam seribu bulan. Saking mulianya, mala mini begitu dinanti-nanti dan saling berusaha mendapatkan rahmatnya. Tapi sayangnya tidak ada yang tahu di malam keberapakah malam itu datang, walau Allah SWT dan Rasulullah SAW telah memberikan tanda-tandanya. Yang jelas, malam itu akan tiba di malam 10 hari terakhir bulan Ramadan. Untuk itu, di malam-malam 10 hari terakhir bulan Ramadan, sepatutnya kita senantiasa melaksanakan amal-amal kebaikan, agar kita mendapatkan rahmat di malam Lailatul Qadar.

Malam Lailatul Qadar adalah suatu malam penting yang terjadi pada bulan suci Ramadan, yang dalam Al-Quran digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya kitab suci Al-Quran. Hal tersebut telah disampaikan oleh Allah SWT dalam firman-Nya di surat Al-Qadr.

Sesungguhnya Kami telah mengirim hal demikian di Malam Kemuliaan, (2) dan tahukah kamu apakah Malam Kemuliaan itu? (3) Malam Kemuliaan adalah lebih baik dibanding seribu bulan; (4) ketika para malaikat beserta Al Ruh hadir atas izin Tuhan mereka untuk tugas masing-masing, (5) kesejahteraan didalamnya sampai terbit fajar.

Menurut Prof. Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul Wawasan Al-Quran, kata Qadar dalam ayat-ayat Al-Quran dapat memiliki tiga arti, yakni:

  1. Penetapan dan pengaturan sehingga Lailat Al-Qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Penggunaan Qadar sebagai ketetapan dapat dijumpai pada surat Ad-Dukhan ayat 3-5: Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada suatu malam, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan semua urusan yang penuh hikmah, yaitu urusan yang besar di sisi Kami
  2. Kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Quran. Penggunaan Qadar yang merujuk pada kemuliaan dapat dijumpai pada surat Al-An’am (6): 91 yang berbicara tentang kaum musyrik: Mereka itu tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada masyarakat
  3. Sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam surat Al-Qadr. Penggunaan Qadar untuk melambangkan kesempitan dapat dijumpai pada surat Ar-Ra’d ayat 26: Allah melapangkan rezeki yang dikehendaki dan mempersempit (bagi yang dikehendaki-Nya)

Lailatul Qadar dapat juga kita artikan sebagai malam pelimpahan keutamaan yang dijanjikan oleh Allah kepada umat islam yang berkehendak untuk mendapatkan bagian dari pelimpahan keutamaan itu. Keutamaan ini berdasarkan nilai Lailatul Qadar sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Terdapat pendapat yang mengatakan bahwa terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada 10 malam terakhir bulan Ramadan, hal ini berdasarkan hadits dari Aisyah yang mengatakan:

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan dia bersabda, yang artinya: “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon.
(HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169)

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Lailatul Qadar kemungkinan akan “diwujudkan” oleh Allah pada malam ganjil, tetapi mengingat umat islam memulai awal puasa pada hari atau tanggal yang berbeda, maka umat islam yang menghendaki untuk mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar dapat “mencarinya” setiap malam. Agar kita yang menghendaki “mendapatkan” Lailatul Qadar, maka berbuka puasalah “sekadarnya” saja agar badan tidak “menjadi berat” dan malas serta menjadi sebab ngantuk dan mudah tertidur, sehingga yang kita inginkan untuk mendapatkan Lailatul Qadar tidak membuahkan hasil.

Untuk itulah kita senantiasa selalu melakukan ama-amal kebaikan di bulan suci Ramadan, terutama pada 10 malam terakhir, agar kita mendapatkan malam Lailatul Qadar serta keberkahan di dalamnya.