Setelah sebelumnya sudah membahas tentang Amalan di Bulan Hijriyah – Muharram, sekarang kita lanjutkan ke bulan Rajab.

Seorang muslim tidak dibenarkan mengkhususkan puasa di bulan Rajab, karena tidak ada satu riwayatpun yang shahih dari Nabi atau dari sahabat beliau yang menyebutkan tentang fadhilah (keutamaan) khusus puasa pada bulan Rajab. Semua hadits yang berkaitan dengan keutamaan bulan Rajab adalah Dha’if (lemah), bahkan Maudhu’ (palsu). Berikut ini adalah beberapa hadits lemah yang menerangkan tentang keutamaan Puasa Rajab.

Rajab adalah bulan yang agung Allah melipat gandakan di dalam bulan tersebut kebaikan-kebaikan. Barangsiapa yang berpuasa satu hari di bulan Rajab, maka seolah-olah ia berpuasa satu tahun. Barang siapa yang berpuasa di dalamnya tujuh hari, (maka) ditutup baginya tujuh pintu Neraka Jahannam. Barangsiapa yang berpuasa di dalamnya delapan hari, maka dibukakan baginya delapan pintu Surga. Barangsiapa yang berpuasa di dalamnya sepuluh hari, (maka) tidaklah ia meminta kepada Allah sesuatu kecuali (Allah) akan mengabulkan (permintaan)nya. Barangsiapa yang berpuasa di dalamnya lima belas hari, (maka) terdengarlah seruan dari langit, “Sungguh telah diampuni (dosa-dosamu) yang telah lalu.”

Maka mulailah mengamalkannya. Dan barangsiapa yang menambah (puasa pada bulan tersebut), maka Allah akan menambah (pahala baginya). Pada bulan Rajab Allah membawa Nabi Nuh dengan kapal, Nabi Nuh pada waktu itu berpuasa Rajab dan memerintahkan kepada orang-orang yang bersamanya untuk berpuasa (Rajab). Maka berlayarlah kapal tersebut selama enam bulan. Dan berakhir pada hari Asyura’, Allah menurunkan mereka di suatu bukit. Maka berpuasalah Nabi Nuh berserta dengan orang-orang yang bersamanya, sebagai bentuk syukur kepada Allah.

Pada hari Asyura’ Allah membelah lautan untuk Bani Isra’il. Pada hari Asyura’ Allah menerima taubatnya Nabi Adam, Nabi Yunus, dan pada hari tersebut Nabi Ibrahim dikaruniai seorang anak, sebagai akhir dari ujian-ujian bagi mereka.

Oleh karena itu tidak diperbolehkan mengerjakan puasa bulan Rajab secara khusus atau mengkhususkan puasa pada hari-hari pertama bulan Rajab. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah 5: ”Adapun mengkhususkan puasa di bulan Rajab, seluruh haditsnya adalah lemah dan palsu. Ahli Ilmu tidak menjadikannya sebagai sandaran sedikit pun.”

Bahkan dahulu ’Umar bin Khaththab pernah melarang seorang melakukan puasa Rajab, dan
memaksanya untuk membatalkan puasanya tersebut. Diriwayatkan dari Khursyah bin Al-Hur, ia berkata:

”Aku pernah melihat ’Umar y memukul telapak tangan orang-orang yang berpuasa Rajab hingga mereka meletakkan tangan-tangan mereka di piring. ’Umar berkata, ”Makanlah!” Karena sesungguhnya ini adalah bulan yang dahulu pernah diagung-agungkan oleh kaum
jahiliyah.”

Sampai sini kita sudah tau amalan di bulan Rajab, khususnya puasa Rajab. Semoga kita semua bisa mempelajarinya dan termotivasi melakukan amalan kebaikan tersebut.

Nantikan kelanjutan serial artikel Amalam Utama di Bulan Hijriyah selanjutnya.