Bagian terakhir dari tulisan tentang sunnah Rasul menjaga kesehatan. Yang pertama membahas tentang cara makan, kemudian yang kedua tentang olah raga tanpa menggunakan alat. Di artikel ketiga (terakhir) ini tetap di bahasan olah raga, tapi khusus untuk olah raga sunnah rasul yang perlu menggunakan alat.

1. Memanah

Olahraga memanah membutuhkan ketangkasan dan ketepatan bidikan. Diperlukan fisik yang sangat kuat untuk menarik tali busurnya dan dibutuhkan konsentrasi yang tinggi agar bidikannya tepat sasaran.

Dalam ajaran Islam, olahraga memanah bukan hanya hobi atau untuk bercanda, tetapi salah satu bentuk persiapan ketika menghadapi musuh.

Allah Swt. berfirman,

“Dan bersiap-siaplah kamu untuk menghadapi mereka (musuh) dengan kekuatan yang kamu sanggup…”
(QS. Al-Anfal [8]: 60)

Rasulullah Saw. menafsirkan ayat tersebut sebagai,

“Ketahuilah bahwa yang dimaksud ‘kekuatan’ itu adalah memanah, beliau ucapkan kata-kata itu hingga tiga kali.”
(HR. Muslim)

2. Anggar

Olahraga anggar pasti tidak asing lagi di telinga, tetapi hanya sedikit orang yang benar-benar mengenalnya. Padahal anggar sudah dikenal sejak masa Rasulullah Saw.

“Ketika orang-orang Habsyah sedang bermain anggar di hadapan Nabi, tiba-tiba Umar masuk. Kemudian mengambil kerikil dan melemparkannya kepada mereka. Lalu Rasulullah Saw. berkata kepada Umar, “Biarkanlah mereka itu, hai Umar.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

3. Pacu kuda

Umar pernah berkata,

“Ajarkanlah anak-anakmu berenang dan memanah, dan perintahkanlah mereka supaya melompat di atas punggung kuda.”
(HR. Ahmad)

Selain bermanfaat bagi kesehatan fisik, interaksi yang terjadi dengan kuda juga dapat memperkuat insting kita terhadap hewan peliharaan.

Semoga bisa memberikan semangat kita semua untuk menjaga kesehatan dan menjadiakknya sehat adalah gaya hidup. Rasul sudah memberikan contoh nyata yang bisa umatnya lakukan di masa sekarang. Sehingga tidak ada alasan lagi untuk kita tidak mempunyai inspirasi untuk menjadi individu yang lebih sehat lagi.