Mukjizat merupakan suatu keajaiban luar biasa yang dialami oleh para Nabi dan Rasul atas kehendak Allah SWT, sebagai pembuktian atas kebenaran dan keabsahan risalah yang mereka sampaikan. Kata mukjizat berasal dari Bahasa Arab yang berarti melemahkan atau menjadikan tidak mampu.

Sejarah mencatat bahwa perjuangan para Nabi dan Rasul dalam menyampaikan risalahnya begitu luar biasa, mereka mendapat banyak pertentangan dan hambatan bahkan oleh kaumnya sendiri. Untuk itu Allah SWT memberikan mukjizat kepadanya sebagai bentuk pembuktian dan kebenaran tentang kenabian dan kerasulannya.

K.H Moenawar Chalil dalam bukunya yang berjudul “Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad” menjelaskan bahwa mukjizat itu diberikan oleh Allah SWT kepada orang-orang yang dipilih dan ditetapkan oleh-Nya menjadi Nabi dan Rasulnya, sejak mereka diangkat menjadi Nabi dan Rasul sampai mereka wafat, kecuali sebagian mukjizat Nabi Muhammad yang berlaku sampai akhir zaman.

Berikut adalah beberapa mukjizat yang dimiliki oleh para Nabi dan Rasul:

Nabi Adam

Terdapat beberapa keistimewaan yang ada pada diri nabi Adam Alaihissalam, diantaranya:Nabi Adam Alaihissalam adalah manusia serta khalifah pertama yang diciptakan Allah SWT dari segumpal tanah. Allah SWT berfirman:

Dan ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada para Malaikat: “Aku akan ‎menciptakan seorang khalifah di bumi”. Para Malaikat berkata: “Apakah ‎Engkau akan menciptakan orang yang akan membuat kerusakan di dalamnya ‎dan mengalirkan darah, sementara kami selalu bertasbih dengan memuji-Mu ‎serta mengagungkan-Mu. Allah berkata: “Aku mengetahui apa yang tidak ‎kalian ketahui.
(QS. Al- Baqarah ayat 30)

Nabi Idris

Nabi Idris Alaihissalam merupakan keturunan keenam Nabi Adam Alaihissalam, dan ia merupakan Nabi pertama yang diangkat Allah SWT dari garis keturunan Adam Alaihissalam. Allah SWT memberikan beberapa keistimewaan kepada Nabi Idris Alaihissalam yaitu berupa kejujuran, kepandaian, kemahiran, serta kemampuan dalam menciptakan hal-hal yang dapat memudahkan kegiatan manusia, seperti ilmu perbintangan, mengenal tulisan, ilmu berhitung, ilmu menjahit, dan lain sebagainya.

Nabi Nuh

Nabi Nuh Alaihissalam mendapatkan mukjizat dari Allah SWT berupa keselamatan dari adanya banjir bandang sebagai bentuk azab dari Allah SWT bagi kaum Nabi Nuh yang mengingkari ajaran-ajaran yang dibawa oleh beliau waktu itu, dimana sebagian besar manusia binasa dan musnah dalam peristiwa tersebut, sementara Nabi Nuh dan pengikutnya yang setia bersama para binatang selamat di dalam bahtera yang mereka buat.

Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim merupakan utusan Allah SWT bagi kaum yang hidup pada zaman kekuasaan Raja Namrud bin Kan’an, dimana masyarakat dari kaum tersebut banyak yang menyembah berhala. Salah satu cara yang dilakukan oleh Nabi Nuh untuk menyadarkan kaum tersebut adalah dengan menghancurkan berhala-berhala tersebut, dan hal itulah yang membuat kaum serta raja Namrud menjadi sangat marah dan akhirnya memutuskan untuk menghukum Nabi Ibrahim dengan cara membakar beliau. Dan atas kekuasaan Allah SWT, Nabi Ibrahim selamat dari panasnya api yang membakarnya.

Nabi Ismail

Mukjizat yang diterima nabi Ismail Alaihisslam dari Allah SWT adalah berupa keselamatan ketika ayahnya (Nabi Ibrahim Alaihisslam) hendak menyembelihnya sebagai kurban atas perintah Allah SWT. Ketika hendak disembelih, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba.

Nabi Sulaiman

Nabi Sulaiman sanggup berbicara dalam bahasa hewan, menguasai bangsa jin, mampu menundukkan angin, memiliki permadani yang terbuat dari sutera hijau dengan benang emas dengan ukuran 60 mil panjang dan 60 mil lebar.

Nabi Isa

Nabi Isa mendapat keistimewaan memiliki kemampuan menyembuhkan orang buta, menyembuhkan penderita kusta dan menghidupkan orang mati.

Nabi Muhammad

Mukjizat Nabi Muhammad diantaranya peristiwa Isra dan Mi’raj, membelah bulan untuk membuktikan kenabiannya terhadap orang Yahudi, bertasbihnya kerikil di tangannya, batang kurma yang menangis, pemberitaan Muhammad tentang peristiwa-peristiwa masa depan ataupun masa lampau, tetapi mukjizat yang terbesar adalah Al-Qur’an.