Di akhir bulan April 2020 ini seluruh umat muslim di dunia mulai memasuki bulan Ramadhan. Bulan yang paling ditunggu-tunggu karena keistimewaannya. Bukan hanya identik puasa, tapi juga karena semua amalan dan ibadah di bulan Ramadhan dilipatgandakan oleh Allah. Semua umat berlomba-lomba menjadi umat terbaik. Di artikel sekarang, kita akan membahas amalan-amalan di bulan Ramadhan.

Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang dinantinanti oleh orang-orang yang beriman. Karena bulan tersebut merupakan bulan kebaikan dan keberkahan. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah SAW bersabda;

Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan. Bulan yang penuh keberkahan. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa di bulan itu. Di bulan tersebut pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup, dan setansetan dibelenggu.
HR. Ahmad. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani 5 dalam Shahihul Jami’ : 55

Amalan Utama di Bulan Ramadhan

Ada beberapa amalan utama yang dapat dilakukan dalam mengisi bulan Ramadhan, antara lain:

1. Berpuasa Ramadhan

Ketika melakukan puasa Ramadhan hendaknya dengan menjaga kualitas puasa Ramadhan tersebut, yaitu dengan menahan diri dari segala hal yang bertentangan dengan puasa, seperti; perbuatan sia-sia, perkataan keji, berdusta, dan yang semisalnya. Diriwayatkan dari Abu
Hurairah ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda;

Jika seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah ia berkata-kata kotor dan jangan pula bertengkar. Jika ada orang yang menghina atau memukulnya hendaklah ia mengatakan, Aku orang yang sedang berpuasa.
Muttafaq ‘alaih. HR. Bukhari Juz 2: 1805, lafazh ini miliknya dan Muslim Juz 2: 1151

Puasa Ramadhan yang berkualitas dapat menjadi sebab seseorang mendapatkan ampunan Allah SWT. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda;

Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan landasaniman dan berharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.
Muttafaq ’alaih. HR. Bukhari Juz 1 : 38 dan Muslim Juz 1 : 760

Dan diriwayatkan pula dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah SAW bersabda;

Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta danmengerjakannya serta berlaku bodoh, maka Allah SWT tidak memerlukan orang tersebut meninggalkan makanandan minuman (dalam puasa)nya.
HR. Bukhari Juz 2 : 1804, Tirmidzi Juz 3 : 707, dan Abu Dawud: 2362

2. Melaksanakan Shalat Tarawih

Shalat Tarawih dapat menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

Barang siapa melaksanakan Shalat (Tarawih) di bulanRamadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.
Muttafaq ‘alaih. HR. Bukhari Juz 1: 37 dan Muslim Juz 1: 759

Hendaknya seorang yang melaksanakan Shalat Tarawih bersama imam mengikuti shalat tersebut hingga selesai, agar ia mendapatkan pahala shalat semalam penuh. Karena Nabi SAW bersabda;

Sesungguhnya barangsiapa Shalat (Tarawih) Bersamaimamnya hingga selesai, (maka) ia akan mendapatkan pahala shalat semalam penuh.
HR. Tirmidzi Juz 3 : 806 lafazh ini miliknya, Abu Dawud : 1375, Nasa’i : 1605, dan Ibnu Majah : 1327. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani 5 dalam Irwa’ul Ghalil: 447

3. Membaca Al-Qur’an

Seorang pembaca Al-Qur’an akan mendapatkan pahala yang besar dan berlipat ganda. Karena setiap satu huruf Al-Qur’an bernilai satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali lipat. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadits dari ‘Abdullah bin Mas’ud ia berkata, bahwa Rasulullah bersabda;

Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah,maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif, Lam, Mim adalah satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.
HR. Tirmidzi Juz 5: 2910. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh AlAlbani 5 dalam Shahihul Jami’ : 6469

Para salaf dahulu menyibukkan diri di bulan Ramadhan dengan membaca Al-Qur’an. Sungguh telah didengar suara dengungan (seperti dengungan lebah) dari rumah-rumah mereka, karena bacaan Al-Qur’an mereka. Di antara mereka adalah :

  • Imam Ats-Tsauri setiap bulan Ramadhan datang, ia memfokuskan diri untuk membaca Al-Qur’an.
  • Imam Malik setiap datang bulan Ramadhan, beliau meninggalkan majelis ilmunya dan memfokuskan diri untuk membaca Al-Qur’an dari Mushaf.
  • Imam An-Nawawi mengatakan;

Ada pula di antara salaf yang mengkhatamkan AlQur’an dalam tiga malam, dan bahkan ada yang mengkhatamkannya dalam sehari-semalam.
Al-Adzkar, An-Nawawi

  • Disebutkan dalam sebuah riwayat, bahwa ‘Utsman bin ‘Affan biasa mengkhatamkannya dalam semalam. Sehingga beliau mengatakan;

Sekiranya hati kita bersih, maka tidak akan pernah puas membaca Kalamullah (Al-Qur’an).
Ighatsatul Lahfan min Masyayidisy Syayathin

  • Az-Zuhri ketika ditanya tentang amalan di bulan Ramadhan. Maka beliau menjawab:

Amalan di bulan Ramadhan) hanyalah membaca Al-Qur’an dan memberi makan (untuk berbuka)
Ruhush Shiyam wa Ma’anihi, Ahmad bin ‘Abdul ‘Aziz AlHushain

  • Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa sebab pertama dari sepuluh sebab yang dapat mendatangkan kecintaan Allah kepada seorang hamba adalah membaca Al-Qur’an dengan tadabbur dan dengan memahami makna-maknanya.

4. Bersedekah

Di antara bentuk sedekah yang utama di bulan Ramadhan adalah dengan memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa. Karena seorang yang memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa. Sebagaimana diriwayatkan dari Zaid bin Khalid Al-Juhani, dari Nabi SAW beliau
bersabda;

Barangsiapa memberi (makanan untuk) berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.
HR. Tirmidzi Juz 3 : 807, lafazh ini miliknya dan Ibnu Majah: 1746. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani 5 dalam Shahihul Jami’: 6415.

5. Meningkatkan ibadah sunnah

Di antara ibadah sunnah yang hendaknya ditingkatkan di bulan Ramadhan adalah shalat sunnah rawatib muakkad yang berjumlah dua belas raka’at. Karena seorang yang menjaga shalat sunnah rawatib yang muakkad ini, maka akan dibangunkan baginya rumah di Surga. Sebagaimana diriwayatkan dari Ummu Habibah -istri Nabi- ia berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda;

Tidaklah seorang hamba muslim mengerjakan shalatkarena Allah setiap hari dua belas raka’at shalat sunnah di luar shalat fardhu, melainkan Allah akan membangun sebuah rumah baginya di Surga atau melainkan akan dibangunkan baginya sebuah rumah di Surga.
HR. Muslim Juz 1: 728

6. Melakukan i’tikaf

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat untuk beribadah kepada Allah. Dan di antara bentuk ibadah Rasulullah pada sepuluh terakhir Ramadhan adalah melakukan i’tikaf. Diriwayatkan dari ’Aisyah i, ia berkata;

Bahwa Nabi a beri’tikaf sepuluh terakhir bulan Ramadhan, sampai Allah q mewafatkannya, kemudian isteri-isteri beliau beri’tikaf sesudah beliau.
Muttafaq ‘alaih. HR. Bukhari Juz 2 : 1922, lafazh ini miliknya dan Muslim Juz 2 : 1172

7. Menghidupkan malam sepuluh hari terakhir

Termasuk sunnah Rasulullah adalah lebih meningkatkan ibadah ketika memasuki sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan agar mendapatkan lailatul qadar. Diriwayatkan dari ‘Aisyah, ia berkata;

Rasulullah jika memasuki sepuluh hari –yakni sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan– beliau mengencangkan kain sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.
Muttafaq ‘alaih. HR. Bukhari Juz 2 : 1920, lafazh ini miliknya dan Muslim Juz 2 : 1174.

Pada sepuluh hari terahir di bulan Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu lailatul qadar, yang lebih baik daripada seribu bulan. Sebagaimana sabda Rasulullah;

Di dalam (bulan Ramadhan) terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa diharamkan kebaikannya, maka ia benar-benar telah diharamkan.
HR. Ahmad. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani 5 dalam Shahihul Jami’ : 55

Di antara amalan yang dapat dilakukan pada malam-malam sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah dengan memperbanyak membaca “Allohumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” Sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata;

Wahai Rasulullah, jika aku menemui lailatul qadar, apa yang (hendaknya) aku ucapkan? Nabi menjawab, Ucapkanlah;

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf. Engkaumencintai maaf, maka maafkanlah aku.
HR. Tirmidzi Juz 5 : 3513 dan Ibnu Majah : 3850, lafazh ini miliknya. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani 5 dalam Shahihul Jami’ : 4423

8. Mengeluarkan Zakat Fitrah

Zakat Fitrah berfungsi untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan ucapan kotor serta untuk memberi makan kepada orang-orang miskin. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata;

Rasulullah mewajibkan Zakat Fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan ucapan kotor dan untuk memberi makan orang-orang miskin. Barangsiapa membayarkannya sebelum Shalat (Idul Fitri), maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa membayarkannya setelah Shalat (Idul Fitri), maka itu adalah sedekah biasa.
HR. Abu Dawud : 1609, lafazh ini miliknya dan Ibnu Majah : 1827. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani 5 dalam Shahihul Jami’ : 357

Sampai sini kita sudah tau amalan di bulan Sya’ban. Semoga kita semua bisa mempelajarinya dan termotivasi melakukan amalan kebaikan tersebut. Nantikan kelanjutan serial artikel Amalan di Bulan Hijriyah selanjutnya.