Hampir selama satu semester sejak merebaknya covid-19 di Indonesia, ada banyak lini kehidupan yang memiliki pola baru. Di balik disorotnya kesehatan dan ekonomi yang disebut sebagai dua bidang yang paling merasakan dampak pandemi, ternyata bidang pendidikan juga merasakan dampak yang tak main-main.

Disadari atau tidak, pendidikan adalah salah satu bidang yang selama ini berlangsung secara tatap muka dan dominan interaksi antarmanusia. Hal ini tentu saja karena dalam satu lembaga pendidikan ada banyak ruang kelas yang dihuni oleh puluhan siswa, dan dalam satu sekolah ada puluhan guru juga yang saling berinteraksi.

Pada proses berlangsungnya pendidikan, ada kurikulum yang diturunkan menjadi rencana pembelajaran untuk perancangan pembelajaran. Mulai dari muatan materi, strategi, hingga model evaluasinya. Namun karena kondisi hari ini yang tak memerbolehkan adanya interakai secara berkelompok, maka kurikulum dan rencana pembelajaran yang sudah dirancang pun harus dirombak total. Hal ini tentu berpengaruh pula pada target capaian yang harus diraih siswa.

Sebagai garda depan pendidikan formal, para guru harus mau memutar otak untuk tetap menjalankan pendidikan walau dengan berbagai perubahan kondisi. Sejauh ini, ada banyak aplikasi yang dapat diakses untuk membantu berjalannya pendidikan jarak jauh. Namun, apakah hal itu adalah hal utama dalam berlangsungnya pembelajaran jarak jauh?

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan guru dalam menjalankan pembelajaran jarak jauh, dan tentu saja bukan hanya soal ketersediaan media pembelajaran.

Kemudahan Akses

Adanya ketergantungan jaringan pada proses pembelajaran jarak jauh tentu saja berpengaruh pada keberhasilannya. Namun, yang dimaksud ketergantungan pada jaringan ternyata bukan hanya tersedianya gawai dan jaringan internet. Lebih dasar dari pada itu, guru juga perlu memerhatikan kemudahan siswa dalam mengakses materi pelajaran yang disampaikan.

Contohnya saat guru hendak memberikab materi pelajaran berupa video dan dibagikan pada grup WhatsApp, guru perlu memertimbangkan medianya agar wali siswa dan siswa tak kesulitan tuk mengaksesnya. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengunggah video ke kanal YouTube terlebih dahulu agar dapat diakses secara daring tanpa harus dinduh terlebih dahulu. Selain lebih mudah, hal ini juga tidak akan menghabiskan ruang penyimpanan pada ponsel.

Materi Pelajaran Berbasis Life Skills

Jika selama ini kurikulum pendidikan formal identik dengan kurikulum yang dilaksanakan secara klasikan, dalam pembelajaran jarak jauh guru harus memahami bahwa siswa melaksanakan pembelajaran di rumah.

Berdasarkan ruangnya, siswa tentu merasakan nuansa berbeda dalam belajar dan akan memengaruhi pembelajaran. Agar menyesuaikan dengan tempat belajar, guru dapat menerapkan materi pelajaran yang sesuai dengan pola hidup di rumah dan minat serta bakat siswa.

Contohnya dengan memberikan checklist aktivitas yang dapat dilakukan dan dihubungkan dengan unsur materi pelajaran yang disampaikan.

Model Evaluasi Pembelajaran

Jika selama ini evaluasi pembelajaran sering dilakukan dengan mengerjakan soal yang guru berikan, maka pada pembelajaran jarak jauh guru perlu mencoba cara evaluasi pembelejaran yang lain dan sesuai dengan kondisi siswa. Misalnga dengan menelepon siswa untuk menyimak presentasinya terhadap sebuah topik, atau tugas membuat poster tentang sebuah bahasan.

Aspek-aspek tersebut mungkin nampak biasa karena pasti dilaksanakan dalam pembelajaran. Namun di kondisi yang berbeda ini, hal-hal yang bersifat biasa pun perlu dirancang ulang agar tetap dapat berjalan dengan optimal.