Berikut adalah lanjutan artikel tentang takdir bagian pertama. Sebelumnya sudah dituliskan ada dua dimensi pemahaman takdir yaitu dimensi Ketuhanan dan dimensi Kemanusiaan. Mari kita lanjutkan.

Kedua | Dimensi Kemanusiaan

Dimensi ini merupakan sekumpulan ayat-ayat dalam Al Quran yang meginformasikan bahwa Allah memperintahkan manusia untuk berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai cita-cita dan tujuan hidup yang dipilihnya. Maksud dari ini, telah Allah sampaikan dalam firman-firman-Nya, yakni:

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri, dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
(Ar Ra’d 13:11)

(Allah) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
(Al Mulk 67:2)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, Nasrani, Shabiin (orang-orang yang mengikuti syariat Nabi zaman dahulu, atau orang-orang yang menyembah bintang atau dewa-dewa), siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan beramal saleh, maka mereka akan menerima ganjaran mereka di sisi Tuhan mereka, tidak ada rasa takut atas mereka, dan tidak juga mereka akan bersedih.
(Al-Baqarah 2:62)

Iman kepada Allah dan hari kemudian dalam arti juga beriman kepada Rasul, kitab suci, malaikat, dan takdir.

… barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir…
(Al Kahfi 18:29)

Takdir terkadang disifati dengan takdir baik dan takdir buruk. Takdir yang baik sudah jelas maksudnya. Lalu apa yang dimaksud dengan takdir yang buruk? Apakah berarti Allah berbuat sesuatu yang buruk? Sejatinya kita sebagai manusia tidak dapat semata-mata apakah takdir itu baik atau buruk. Karena bisa jadi bagi kita buruk namun bagi Allah itu baik, dan sebaliknya.

Dan satu hal lagi, bahwasanya takdir atau rencana yang telah Allah tetapkan dalam hidup ini pastinya akan berkesinambungan dengan roda kehidupan yang lainnya. Kita gak akan pernah tahu.