Sedekah merupakan ibadah yang dampaknya terasa secara sosial atau bermanfaat bagi sesama. Pada prinsipnya, saat kita bersedekah maka saat itu pua kita membagi dan menciptakan bahagia bagi orang yang menerima sedekah tersebut. Umumnya, sedekah dianggap selalu berhubungan dengan hal-hal yang bersifat materil, misalnya dengan memberikan uang maupun makanan bagi yang membutuhkan. Jika pemahaman sedekah hanya sebatas hal materil, itu berarti hanya orang-orang yang memiliki kelebihan uang yang dapat melakukan sedekah. Apakah demikian? Ternyata, ada banyak sedekah yang tidak dapat dilihat dari diberikannya materi kepada orang lain.

Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits mengenai pemahaman bersedekah:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم – كل سُلامى من الناس صدقة , كل يوم تطلع فيه الشمس تعدل بين اثنين صدقة , وتعين الرجل في دابته فتحمله عليها أ, ترفع عليها متاعه صدقة , والكلمة الطيبة صدقة , وبكل خطوة تمشيها إلى الصلاة صدقة , وتميط الأذى عن الطريق صدقة ” رواه البخاري ومسلم

Rasulullah SAW bersabda,

Setiap anggota badan manusia diwajibkan bersedekah setiap harinya selama matahari masih terbit; kamu mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah; kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang bawaannya ke atas kendaraannya adalah sedekah; setiap langkah kakimu menuju tempat sholat juga dihitung sedekah; dan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah.
(HR Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan hadits di atas, ternyata sedekah dalam hidup manusia sangat spesifik. Bukan hanya setiap individu yang wajib bersedekah, bahkan setiap anggota badan pada setiap individu juga diwajibkan bersedak. Cara anggota tubuh bersedekah dapat sesuai dengan fungsinya masing-masing. Misalnya, lisan untuk tersenyum. Senyum merupakan cara bersedekah yang paling mudah untuk dilakukan. Namun untuk melakukannya, kita memang perlu membiasakan diri. Seseorang yang tidak terbiasa untuk tersenyum dapat merasa berat jika harus bersedekah dengan tersenyum.

Disebutkan dalam Syarah Shahih al-Bukhari oleh Ibnu Bathal bahwa manusia dianjurkan untuk senantiasa menggunakan anggota tubuhnya untuk kebaikan, sebagai wujud rasa syukur atas semua nikmat yang Allah berikan. Di kitab ‘Umdatul ari Badruddin al-Ayni juga sebutkan bahwa segala amal kebaikan yang dilakkan atas dasar keikhlasan, agar ganjaran amallnya sama dengan pahala sedekah.

Sedekah yang begitu mudahnya, jika masih ada sekelompok orang yang menganggap bahwa amalan-amalan dasar tersebut sulit dilakukan, al-Bukhari meriwayatkan dalam kitab Adab al-Mufrad bahwa jika seseorang tidak mampu melakukan perbuatan baik yang disebutkan di atas, maka ia minimal menahan diri agar tidak mengganggu orang lain. Saat ia berhasil menahan dirinya, ia telah memberi sedekah berupa kenyamanan dan menjaga keselamatan orang lain.