Hukum syariat adalah hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh poin kehidupan muslim. Mengenai definisi syariat, Imam Abu Muhammad Ali bin Hazm dalam kitab Al-Ihkam fi Ushulil Ahkam, Beirut: Darul Afaq, 2001 M, juz III, halaman 137 menyebutkan:

وأما الشريعة فهي أن يأتي نص قرآن أو سنة أو نص فعل منه عليه السلام أو إقرار منه عليه السلام أو إجماع

Syariat ialah jika terdapat teks yang jelas (tidak multitafsir) dari Al-Quran, teks sunah (hadits), teks yang didapat dari perbuatan Nabi SAW, teks yang didapat dari taqrir Nabi SAW, dan ijma’ para sahabat,
(Ibnu Hazm, Al-Ihkam fi Ushulil Ahkam, Beirut, Darul Afaq, 2001 M, juz III, halaman 137)

Hukum syariat dibagi menjadi dua, yakni taklifi dan wadl’i. Hukum taklifi ialah ketetapan aturan dari Allah yang berisi status hukum pada suatu perbuatan, dan hukum wadl’i berupa informasi yang diberikan oleh Allah kepada kita tentang syarat, sebab, ataupun pencegah dari keterlaksanaan sebuah hukum taklifi.

Imam Al-Haramain dalam Al-Waraqat menyebutkan bahwa hukum taklifi ada tujuh:

وَالْأَحْكَام سَبْعَة الْوَاجِب وَالْمَنْدُوب والمباح والمحظور وَالْمَكْرُوه وَالصَّحِيح وَالْبَاطِل فَالْوَاجِب مَا يُثَاب على فعله ويعاقب على تَركه وَالْمَنْدُوب مَا يُثَاب على فعله وَلَا يُعَاقب على تَركه والمباح مَا لَا يُثَاب على فعله وَلَا يُعَاقب على تَركه والمحظور مَا يُثَاب على تَركه ويعاقب على فعله وَالْمَكْرُوه مَا يُثَاب على تَركه وَلَا يُعَاقب على فعله وَالصَّحِيح مَا يتَعَلَّق بِهِ النّفُوذ ويعتد بِهِ وَالْبَاطِل مَا لَا يتَعَلَّق بِهِ النّفُوذ وَلَا يعْتد بِهِ

Hukum ada tujuh, yaitu wajib, sunah, mubah, mahdzur (haram), makruh, sahih, dan batal. Wajib ialah perbuatan yang diberi pahala jika dikerjakan, disiksa jika ditinggalkan. Sunah adalah perbuatan yang diberi pahala jika dikerjakan, namun tidak disiksa jika ditinggalkan. Mubah ialah perbuatan yang tidak diberi pahala jika dikerjakan, dan tidak disiksa jika ditinggalkan. Mahdzur ialah perbuatan yang diberi siksa jika dikerjakan dan diberi pahala jika ditinggalkan. Makruh ialah perbuatan yang diberi pahala jika ditinggalkan, namun tidak disiksa jika dilakukan. Sahih ialah kondisi yang terkait dengan keberlangsungan atau keteranggapan. Batal ialah kondisi yang tidak terkait dengan keberlangsungan atau keteranggapan,
(Imam Al-Haramain, Al-Waraqat, Surabaya, Al-Hidayah, 1990 M, halaman 3)

Berdasarkan keterangan tersebut, tentu sudah jelas terkait pengertian masing-masing hukum syariat yang disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari.

Mengenali berbagai jenis hukum syariat merupakan hal penting bagi tiap muslim, sebab akan selalu beriringan dengan seluruh amalan yang dikerjakan.