Fase Pertama

Manusia akan menghadapi masa-masa ketika ia mulai kehilangan produktifitasnya, termasuk produktifitas dalam beribadah. Kondisi tersebut menjadikan sosok anak dalam sebuah keluarga sebagai asset dan penerus di masa depan. Namun, untuk dapat menghasilkan asset yang baik dan bermanfaat, kita harus mau mempelajari fase-fase dalam mendidik anak dan melaksanakannya dengan baik. Kita tentu sering membaca berbagai tips tentang mendidik anak, tetapi bagaimana fase mendidik anak menurut Islam?

Pada QS. At-Tahrim ayat 6 Allah berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; pendaganya malaikat-malaikat yang kasar, dank eras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepda meeka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Berdasarkan dalil di atas, berarti sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga dan memastikan pendidikan yang kita berikan pada anak sudahlah tepat. Ada tiga fase mendidik anak menurut Islam yang berdasarkan dari sabda-sabda Rasul. Pertama adalah fase awal 0-7 tahun. K.H. Ahmad Musta’in Syafi’i menyampaikan bahwa pada fase ini pendidikan yang paling tepat bagi anak adalah bermain. Pemantauan dan pendidikan yang diberikan kepada anak usia ini tetap harus sesuai agama dan nilai, tetapi caranya adalah dengan mengajak mereka bermain.

Fase kedua

Fase kedua adalah saat anak berusia -14 tahun. Pada rentang usia ini, anak wajib diajarkan soal akhlak dan tata krama. Rasululullah bahkan pernah enyampaikan bahwa jika ada anak yang sudah berusia 10 tahun dan ia belum mau melaksanakan salat, maka anak itu diperbolehkan untuk dipukul. Akhlak yang dimaksud bukan hanya akhlak kepada orang tua, tetapi juga kepada Allah, guru, dan manusia lainnya.

Fase Ketiga

Fase terakhir dari mendidik anak adalah saat anak berusia 14-21 tahu. Sebagai manusia yang memasuki usia remaja dan menjelang dewasa, kita dapat mengajak anak belajar dengan pendekatan dialogis. Pada tahap ini anak harus sudah belajar dengan cara menganalisa dan logis. Namun begitu, sebetulnya kelompok usia ini juga usia rentan karena biasanya anak merasa sudah boleh menyimpan rahasia. Orang tua perlu menghindari hal tersebut dengan terus membangun kedekatan dengan anak agar mereka senantiasa merasa percaya untuk bercerita masalah apapun kepada orang tuanya. Walau makin dewasa, tetapi di usia ini anak justru membutuhkan lebih banyak perhatian agar ia tidak salah mengambil sikap terutama saat berjauhan dengan orang tuanya.

Selain memahami dan melaksanakan tiga fase tersebut, satu hal utama yang tak boleh dilupakan adalah doa yang harus terus dipanjatkan orang tua untuk anaknya, agar sang anak senantiasa berada dalam perlindungan Allah. Perlu diingat, tiga fase mendidik anak tidak hanya harus dipahami oleh Ibu sebagai madrasah pertama tetapi juga harus dipahami oleh ayah sebagai pemimpin keluarga. Hal ini agar anak mendapatkan pendidikan da perhatian yang lengkap dan melindungi dirinya.