Melakukan kesalahan adalah hal yang tidak lepas dari perilaku manusia. Barangkali tidak selalu sengaja, tapi bukan berarti tidak perlu memohon ampun. Sebagai makhluk yang diciptakan Allah, sikap kehambaan manusia merupakan hal yang tidak boleh dihapus dari hidup.Tentang permohonan ampun ini, Allah menurunkan firmanNya:

يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ

وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ

Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.
(Nūḥ [71]:11-12)

Mohon ampun atas segala kesalahan biasanya identik dengan taubat. Bahkan puncaknya adalah dengan melakukan salat taubat. Namun sebelum melakukan salat taubat, hal pertama yang nampaknya ringan tetapi butuh ketulusan untuk dilakukan adalah membaca istighfar.

Membiasakan diri membaca istighfar merupakan salah satu ikhtiyar sebagai makhluk Allah untuk meminta ampun dan mengembalikan segalanya pada Allah. Salah satu manfaat membaca istighfar adalah mengurangi kekhawatiran dan ketakutan, sebab setelah memohon ampun manusia akan lebih menyerahkan segala ketentuan pada Allah serta memohon untuk dikasihi Allah.

‘Abdullah bin’ Amr meriwayatkan dari Abu Bakar As-Siddiq bahwa ia berkata:

“Wahai Rasulullah, ajari aku permohonan yang bisa saya doakan dalam salat.” Dia Muhammad SAW berkata: “Katakan: ‘Ya Allah, aku telah banyak berbuat salah pada diriku, dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau. Jadi maafkan aku dengan pengampunan dari-Mu, dan kasihanilah aku, sesungguhnya, Engkaulah Maha Pengampun, Maha Penyayang (Allāhumma innī ẓalamtu nafsī ẓulman kathīran wa lā yaghfirudh-dhunūba illā anta faghfirlī maghfiratan min ‘indika warḥam-ra m rāmḥ ra.)”

Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul-‘afwa, fa’fu’ anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau mencintai pengampunan; jadi maafkan aku).
(Riyad us-Saliheen)

Manusia yang senantiasa terbiasa membaca istighfar akan berserah. Berserahnya manusia pada Allah otomatis akan membuatnya makin dekat dengan Allah. Bukan hanya karena merasa takut, tetapi juga karena merasa memiliki keterikatan dan ketergantungan dengan Allah. Jika telah menempuh fase tersebut, maka kecil kemungkinan ia akan mengulangi kesalahannya di masa lalu.

Fadhilah atau manfaat membaca istighfar ternyata dapat membuat manusai berkeinginan untuk memperbaiki diri. Selama niat beristighfar terus diperbaiki, maka fadhilahnya akan semakin terasa untuk kebaikan.