Islam banyak memberikan anjuran bahkan tuntunan umatnya untuk melaksanakan kebaikan. Komponen hal baik yang dapat dilakukan oleh manusia khususnya muslim sebetulnya ada banyak. Baik yang dimaksud bukan hanya soal sikap kepada orang lain, tetapi juga hal-hal mendasar yang sering dianggap sepele. Dalam Islam, orang yang berkata baik juga bagian dari kebaikan. Lebih dasar lagi, orang yang diam juga dapat dianggap sebagai sebuah kebaikan. Saking banyaknya kebaikan yang kecil dan dianggap sepele, Rasulllah bersabda agar umatnya tidak meremehkan sebuah kebaikan kecil:

وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ

Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.
(HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).

Pentingnya melakukan kebaikan bagi diri seorang muslim memang menjadi hal yang begitu diperhatikan oleh Rasulullah, sehingga beliau juga memberikan banyak anjuran dan perintah yang berkaitan dengan kebaikan. Hadits lain yang menganjurkan hal tersebut adalah:

وَمَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ

Siapa yang menolong saudaranya dalam kebutuhannya, maka Allah pun akan menolongnya dalam kebutuhannya.
(HR. Bukhari no. 2442 dan Muslim no. 2580, dari Ibnu ‘Umar).

Pada hadits di atas, Rasulullah bukan hanya ingin mengingatkan untuk senantiasa melakukan kebaikan. Rasul juga menyampaikan secara gamblang bahwa sesungguhnya tiap orang yang melakukan hal baik maka akan mendapatkan kebaikan juga dari Allah. Kebaikan yang menjadi penghubung antar manusia karena menimbulkan suatu interaksi memang harus diperhatikan niat hingga adabnya. Ada banyak kebaikan kecil yang sering dilupakan, terutama yang berkaitan dengan hidup bertetangga. Rasul juga bersabda tentang kebaikan dalam hidup bertetangga:

يَا نِسَاءَ الْمُسْلِمَاتِ لاَ تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا ، وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ

Wahai para wanita muslimah! Janganlah salah seorang di antara kalian meremehkan pemberian tetangganya walau pemberiannya hanyalah kaki kambing.
(HR. Bukhari no. 2566 dan Muslim no. 1030, dari Abu Hurairah).

Hadits-hadits di atas rasanya cukup menunjukkan bahwa Islam sangat detail dalam memerhatikan segala sesuatu. Menjadi sebuah teguran bagi kita, jika hingga hari ini kita masih membeda-bedakan kedudukan kebaikan yang sejatinya selalu memiliki keunggulan dan juga tak diperbolehkan untuk disepelekan.