Di antara dua belas bulan dalam penanggalan Islam, bulan Muharam adalah bulan pertama dalam tahun hijriyah. Identik sebagai salah satu bulan haram dengan berbagai amalan baik yang dianjurkan, ternyata ada banyak peristiwa penting dalam sejarah yang terjadi pada bulan Muharam.

Pertama

Peristiwa banjir bandang yang dialami Nabi Nuh AS. Para pakar sejarah meyakini bahwa banjir bandang tersebut terjadi di seluruh dunia. Allah menenggelamkan bumi selama lima bulan, dan dalam banjir itu Allah memusnahkan seluruh orang kafir yang ada pada masa tersebut. Salah satu sejarah dalam cerita tersebut adalah tentang kapal Nabi Nuh. Diceritakan bahwa kapal besar tersebut telah berhasil melindungi manusia, hewan ternak, hingga burung.

Dengan berisi 80 orang beserta keluarganya selama 150 hari, kapal tersebut diarahkan Allah untuk berputar mengelilingi Baitullah selama 40 hari hingga berakhir dengan berlabuh di bukit Judi. Setelah berlabuh di bukit Judi selama satu bulan, akhirnya semua orang yang berada di dalamnya keluar dari kapal pada tanggal 10 Muharam.

Kedua

Peristiwa terbunuhnya Husain, cucu Nabi Muhammad SAW. Para penghianat Kuffah (pasukan Yazid bin Mu’awiyah) membunuh Husain pada 10 Muharam 61 H di Karbala. Buku berjudul Maqtal Husain bin Ali bin Abi Thalib memuat cerita tentang Husain. Diceritakan bahwa suatu ketika Husain masuk ke kamar Nabi Muhammad SAW ketika Nabi menerima wahyu, lalu meloncat ke atas pundak Nabi dan bermain di punggung beliau.

Ketika itu Jibril bertanya pada Nabi Muhammad, “Apakah kau mencintai cucumu?” Nabi pun menjawab, “Bagaimana aku tidak mencintai cucuku?” Jibril lantas menjawabnya, “Sesungguhnya setelah kamu wafat nanti, umatmu akan membunuhnya.” Jibril langsung mengambil tanah berwarna putih, lantas memberikannya pada Nabi Muhammad dan berkata, “Di tanah inilah cucumu akan dibunuh. Tanah itu bernama Thaf (Karbala).”

Ketiga

Allah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari tentara Fir’aun. Allah bahkan menenggelamkan rombongan Fir’aun di laut merah. Sebagai ungkapan rasa syukur, pada tanggal 10 Muharam Nabi Musa bersama Bani Israil melaksanakan puasa yang kini biasa kita sebut sebagai puasa sunnah Asyura. Rasulullah SAW bersabda:

Aku lebih berhak atas Musa dan lebih berhak untuk berpuasa pada hari ini. Selanjutnya Nabi bersabda kepada para sahabatnya, “Siapa di antara kalian berniat puasa pagi hari ini, hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Siapa diantara kalian terlanjur memakan makanan yang dihidangkan keluarganya, maka ia juga menyempurnakan sisa waktu hari ini untuk berpuasa.
(HR. Ahmad)

Banyaknya peristiwa bersejarah di bulan Muharam khususnya pada tanggal 10 Muharam ini tentu saja menjadikan bulan Muharam sebagai bulan yang mulia dan akan membawa berkah bagi kita yang dengan senang hati melakukan amalan baik.