Al-Qur’an merupakan kitab yang diturunkan kepada umat islam dengan berbagai manfaat di dalamnya. Selain sebagai petunjuk bagi umat manusia, Al-Qur’an juga merupakan pembeda, rahmat, cahaya, ruh, obat, kebenaran, penjelasan, pelajaran, dan juga pemberi peringatan.

Membaca dan mempelajari Al-Quran adalah sebuah keharusan bagi setiap umat muslim. Karena tanpa memahami isi Al-Qur’an, bagaimana mungkin seorang muslim bisa menjadi muslim seutuhnya?

Meskipun Al-Qur’an merupakan kitab atau buku, berinteraksi dengan Al-Qur’an tentu saja memiliki perbedaan dengan berinteraksi dengan buku – buku lainnya. Kita harus menghormati Al-Qur’an sebagai kitab suci dan menjaga adab dalam berinteraksi dengannya. Dengan begitu, rahmat dan manfaat Al-Qur’an bisa kita dapatkan atas izin Allah.

Berikut ini adalah adab – adab yang harus diperhatikan saat berinteraksi dengan Al-Qur’an:

1. Niat yang baik dan ikhlas mengharap ridha Allah

Saat berinteraksi dengan Al-Qur’an, maka seseorang harus memiliki niat yang baik. Artinya, interaksi tersebut dilandasi oleh niat ikhlas untuk mendapatkan ridha Allah tanpa tercampur dengan niat – niat yang bersifat duniawi. Semisal mengharapkan kemuliaan dunia atau mencari pujian di antara manusia.

Karena Allah hanya menerima amalan ibadah yang dilandasi niat ikhlas untuk ridha Allah saja. Saat seseorang melakukan ibadah dengan niat selain Allah, maka amalan tersebut akan tertolak. Bukan itu saja, tapi Allah bahkan bisa menjadi murka jika suatu ibadah dilakukan dengan riya sebagai landasannya.

2. Membersihkan hati dan jasad

Sebelum berinteraksi dengan Al-Qur’an, seorang muslim harus memastikan bahwa hati dan jasadnya berada dalam keadaan bersih. Kebersihan hati bukan hanya tentang niat yang bersih saja, tapi juga membersihkan diri dari sebab – sebab munculnya kotoran hati.

Salah satu bentuk kotoran hati adalah perasaan sombong. Yaitu sikap menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. Selain itu, dosa dan maksiat juga merupakan bentuk dari kotoran hati. Kotoran hati ini bisa dibersihkan dengan memperbanyak istighfar.

Selain menjaga kebersihan hati, menjaga kebersihan diri juga merupakan hal yang tidak kalah penting. Seorang muslim yang akan berinteraksi dengan Al-Qur’an disunnahkan untuk bersiwak dan berwudhu terlebih dahulu. Di samping itu, badan, pakaian, dan tempat membaca Al-Qur’an juga harus terjaga kebersihannya.

3. Mengkhususkan diri sibuk dengan Al-Qur’an

Selanjutnya, merupakan bentuk adab bersama Al-Qur’an adalah mengkhususkan diri dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an dan menyibukkan diri dengannya. Anda bisa menyediakan satu waktu khusus dengan Al-Qur’an setiap harinya dan menjauhkan hal-hal yang bisa menjadi distraksi saat Anda bercengkrama dengan Al-Qur’an.

Hal ini lebih baik dan lebih mulia bagi Anda dibandingkan dengan mengacuhkan Al-Qur’an. Yaitu enggan membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Sementara Allah menjanjikan kebaikan yang sangat banyak bagi orang – orang yang membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Apalagi hingga mengajarkannya.

4. Menghadirkan pikiran bersama Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan kitab yang di dalamnya dipenuhi keberkahan. Namun, bahasa yang digunakan al-Qur’an seringkali memiliki makna tersirat yang baru bisa dipahami dengan kebersihan hati dan pikiran yang utuh. Sehingga, ketika seseorang berinteraksi dengan Al-Qur’an, orang tersebut perlu menghadirkan jiwam, raga, dan pikirannya secara utuh agar bisa mencermati, memikirkan, dan mentadabburi makna dari setiap ayat yang ada di dalamnya.

Itulah 4 adab yang harus diperhatikan oleh seseorang yang mempelajari Al-Qur’an. Meskipun adab bukanlah sesuatu yang wajib dilakukan, namun mengamalkannya adalah lebih utama dan lebih berpahala di sisi Allah.