Sebagai pengguna internet yang setiap waktu akses berbagai website, yang kamu ketik di browser itu adalah URL (Uniform Resource Locator) atau biasa kita familiar dengan istilah link atau domain.

Website Yayasan dan Unit Pendidikan Al Hasanah Bengkulu

Dari ketiga istilah (url, link, domain) kita bahas domain yang cakupannya bisa lebih luas. Nah, meilhat daftar domain website di atas, kita sudah tau untuk mengakses website-website tersebut kita harus mengetik di browser untuk terhubung. Artinya url, link, atau domain adalah alamat sebuah website. Sama seperti sebuah rumah atau gedung di dunia nyata, ada alamat memudahkan untuk kita menuju kesana.

Third Level Domain

Kok tidak menggunakan www? Bukannya www.alhasanah.or.id tapi langsung alhasanah.or.id? Ya, yang kamu tidak salah baca dan itu bukan typo alias salah ketik. Silakan mencoba akses, otomatis akan menampilkan website yang dituju. Domain bersifat unik dan hanya bisa dimiliki oleh 1 orang atau entitas, tapi tetap bisa dialihkan kepemilikannya dan bisa kadaluarsa.

Penulisan www itu dalam struktur domain masuk sebagai third level domain, third (ketiga), berarti secara prioritas bukan yang pertama atau kedua. Secara teknis, menggunakan www atau tidak tergantung dari preferensi masing-masing. Tidak menggunakanpun juga tidak menjadi sebuah problem, kita tetap tidak bisa akses.

Al Hasanah di setiap domain website-nya tidak menggunakan www supaya lebih memudahkan keterbacaan untuk pengguna yang menggunakan smartphone dengan layar terbatas. Setidaknya hemat 4 karakter pertama (www.), langsung berisi domain.

First & Second Level Domain

Kok domainnya tidak menggunakan .com (baca: dot com) di belakangnya? Sebelum menjawab itu, perlu diketahui struktur domain berikut:

Yang ditanyakan tadi tentang dot com adalah top level domain yang semakin ke sini variasinya semakin banyak tidak melulu hanya .com. Lalu kenapa website yayasan menggunakan .or.id? Apakah sama dengan .com? Secara fungsi sama, secara identitas dan syarat berbeda.

Fungsi secara domain, apapun yang digunakan baik .com, .or.id, .sch.id, .id, dan seterusnya, top & second level domain wajib ada sebagai penanda yang unik alamat sebuah website. COM di .com adalah singkatan dari commercial, walaupun website yang tidak berbau commercial-pun sah-sah saja menggunakan .com. Sedangkan .or.id adalah Organization (or) Indonesia (id), karena bentuknya adalah yayasan, maka domain .or.id lebih cocok untuk Yayasan Al Hasanah Bengkulu.

Subdomain

Untuk semua unit pendidikan di bawah Yayasan Al Hasanah menggunakan top level domain .sch.id yang merupakan singkatan dari School (sch) Indonesia (id). Tapi kenapa penulisannya ada jeda . (baca: dot) di depannya? Cek dulu informasi berikut:

Secara hirarki domain, ada domain (yang terdiri dari top dan second level domain) dan subdomain. Jika diperhatikan, baik subdomain, top level dan second level domain dipisahkan dengan tanda . (baca: dot). Karena memang dalam penulisan domain tidak diperbolehkan menggunakan spasi.

Lalu muncul pertanyaan “mengapa memilih sdit.alhasanah.sch.id? bukannya sditalhasanah.sch.id?”. Sebenarnya keduanya bisa dilakukan dan tidak mempengaruhi sama sekali terkait performa website. Tapi secara pengelolaan domain, dengan model subdomain lebih memudahkan pengelolaannya, karena cukup mengelola 1 domain (alhasanah.sch.id) dan pastinya secara administratif juga hanya sekali melakukan pembayaran.

Fleksibilitasnya membuat subdomain bisa ditambahkan sebanyak apapun tanpa administrasi tambahan. Ketika nanti ada unit pendidikan baru di bawah Al Hasanah Bengkulu, maka tidak perlu beli domain lagi, tinggal membuat subdomain saja.

Menarik bukan pembahasan tentang domain? Semoga menambah khazanah untuk mulai berkenalan tentang teknologi. Selanjutnya di bagian kedua, kita akan bahas syarat-syarat pembelian domain.

Pin It on Pinterest

Share This

Share This

Share this post with your friends!