Nabi Idris adalah nabi kedua yang diutus oleh Allah. Sebagai nabi, ada banyak kelebihan yang diberikan Allah kepadanya. Beberapa di antaranya adalah kemampuan membaca dan menulis hingga mempelajari berbagai ilmu yang bermanfaat.

Nabi Idris juga dikenal sebagai nabi yang giat mempelajari berbagai hal. Uniknya, Nabi Idris juga bersahabat dengan para malaikat. Salah satunya adalah malaikat Izrail atau malaikat maut. Persahabatan ini menjadikan malaikat Izrail rindu kepada Nabi Idris dan meminta izin pada Allah untuk bertemu nabi Idris. Permintaan tersebut dikabulkan dan malaikat Izrail pun datang kepada Nabi Idris.

Pertemuan dengan Malaikat Maut

Pada awalnya, Nabi Idris tidak menyadari bahwa orang yang datang ke rumahnya adalah malaikat maut. Malaikat Izrail datang dengan menyamar dan membawa banyak sekali buah – buahan. Nabi Idris pun menyambut tamu tersebut dan menawarkan berbagai makanan. Namun ditolak oleh malaikat Izrail.

Selama empat hari, malaikat Izrail tinggal di rumah Nabi Idris. Namun, semakin lama Nabi Idris semakin curiga dengan tamu tersebut dan menanyakan identitas asli sang tamu. Malaikat Izrail pun mengakui bahwa ia adalah malaikat maut.

Setelah mengetahui hal tersebut, Nabi Idris meminta malaikat Izrail untuk mencabut nyawanya dan mengembalikannya kembali. Permintaan tersebut dilakukan karena Nabi Idris ingin mengetahui rasanya sakaratul maut. Malaikat Izrail pun memenuhi permintaan tersebut atas izin Allah.

Dahsyatnya Sakaratul Maut

Atas izin Allah, malaikat Izrail mencabut nyawa Nabi Idris. Rasa sakit yang dialami Nabi Idris membuat malaikat Izrail menangis. Kemudian, Allah kembali menghidupkan Nabi Idris tidak lama setelah itu.

Pengalaman sakaratul maut tersebut membuat Nabi Idris menangis sejadi – jadinya. Beliau tidak tega jika umatnya harus merasakan kesakitan yang sudah dialaminya tadi. Karena pengalaman tersebut, Nabi Idris semakin giat berdakwah dan mengajak kaumnya berbuat kebaikan dan melakukan kebenaran.

Nabi Idris Melihat Surga dan Neraka

Di lain waktu, saat Nabi Idris sedang beribadah bersama malaikat Izrail, Nabi Idris kembali meminta sesuatu yang unik. Permintaan kali ini adalah untuk melihat surga dan neraka. Atas izin Allah, permintaan ini pun kembali dikabulkan.

Pertama, malaikat Izrail mengajak Nabi Idris melihat neraka. Tempat yang sangat ditakuti bahkan oleh para malaikat sekalipun. Begitu dekat dengan neraka, Nabi Idris langsung pingsan. Penjaga neraka yang menakutkan terlihat menyiksa dan menyeret manusia – manusia yang durhaka semasa hidup.

Belum lagi suasana yang mencekam dengan kobaran api dan bunyi gemuruh yang menakutkan. Nabi Idris tidak pernah melihat tempat yang lebih mengerikan dibandingkan dengan neraka yang beliau lihat saat itu. Suasana tersebut membuatnya menjadi lemas.

Selanjutnya, malaikat Izrail mengajak Nabi Idris melihat surga. Di sana, Nabi Idris juga hampir pingsan karena keindahan dan pesona yang beliau lihat. Sungai yang bening seperti kaca, pohon dengan batang dari emas, istana yang megah, dan buah – buahan yang ranum dan harum membuatnya ingin menetap di surga.

Namun, surga hanya bisa ditempati oleh orang yang telah meninggal dan melalui hari perhitungan setelah kiamat. Pemandangan surga dan neraka yang dilihat Nabi Idris hari itu membuatnya bertekad untuk terus beribadah kepada Allah sampai hari kiamat datang.