Muhammad SAW diangkat menjadi utusan Allah saat usianya 40 tahun. Mulai saat itu, beliau senantiasa mengenalkan Islam ke seluruh lapisan masyarakat. Baik secara sembunyi-sembunyi, hingga secara terang-terangan. Dakwah Nabi Muhammad ini dimulai dari keluarganya dan meluas hingga ke masyarakat secara umum.

Dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ini tidak berlangsung sebentar. Beliau berdakwah kurang lebih selama 23 tahun. Yaitu 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah atau setelah hijrah. Di samping itu, Allah juga memberikan banyak tanda, mukjizat, dan dalil untuk mendukung dakwah tersebut.

Tapi siapa sangka kalau dakwah yang begitu baik dan sempurna masih memiliki penentang. Bahkan dari kalangan kaum Quraisy, kaum yang merupakan keluarga Rasulullah sendiri. Ada beberapa hal yang diduga sebagai alasan mengapa kaum Quraisy menolak masuk Islam, beberapa di antaranya adalah:

1. Takut pengaruh dan kekuasaan yang dimiliki menghilang

Sebagian kaum Quraisy memiliki pengaruh dan kekuasaan yang bagus di kaumnya. Mereka khawatir jika mereka mengakui Islam dan masuk ke dalamnya, maka pengaruh dan kekuasaan yang mereka miliki akan menghilang.

Beberapa orang yang menolak Islam ini adalah Abu Lahab, Ummu Jamil, Walid bin Mughiroh, Utbah bin Rabiah, Harits bin Qais, dan Abdullah bin Ubay bin Salul.

2. Khawatir status ekonomi dan sosialnya memudar

Alasan lain yang membuat para pemuka Quraisy menolak masuk Islam adalah karena ekonomi dan status sosial. Orang-orang ini khawatir kalau mereka masuk Islam, maka ekonomi dan status sosial yang telah mereka miliki akan memudar.

Salah satu yang menolak Islam karena alasan ini adalah Umayyah bin Khalaf. Bukan hanya menolak Islam, dia juga menjadi salah satu orang yang menentang dakwah Rasulullah.

3. Islam bertentangan dengan agama nenek moyang

Ada juga orang yang menolak Islam karena tidak sesuai dengan agama nenek moyang yang selama ini mereka yakini. Mereka merasa yakin bahwa agama nenek moyang yang selama ini mereka ikuti sudah menjadi ajaran yang terbaik.

Mereka percaya bahwa menyembah berhala adalah ajaran terbaik yang diwariskan oleh nenek moyang. Kaum Quraisy yang menolak dakwah Rasulullah karena alasan ini adalah Abu Jahal dan Ash bin Wail.

4. Perasaan iri, dengki, dan angkuh

Perasaan iri, dengki, dan angkuh juga menjadi salah satu alasan kaum Quraisy menolak Islam. Mereka menganggap bahwa seharusnya Allah tidak menjadikan Muhammad sebagai utusan-Nya. Mereka percaya bahwa mereka lebih baik dan lebih layak menjadi rasul. Orang-orang yang beranggapan seperti di antaranya adalah Walid bin Mughirah dan Musailamah al-Kadzdzab.

Sedangkan orang-orang Yahudi menganggap bahwa kaum merekalah yang lebih pantas menjadi Nabi terakhir. Karena itu, mereka menolak Islam karena Nabi terakhir yang diutus Allah ternyata tidak berasal dari salah satu orang di golongan mereka.

Selain itu, ada pula Amr bin Abd Wudd yang menolak Islam karena merasa dirinya tidak layak menjadi pengikut seseorang yang usianya lebih muda darinya. Saat Islam datang, Amr bin Abd Wudd sudah berusia 100 tahun.

5. Tidak percaya dengan ajaran dan konsep dalam Islam

Alasan lain yang menyebabkan seorang Quraisy menolak Islam adalah karena ajaran dan konsep yang diajarkan dalam Islam tidak sesuai dengan apa yang mereka percaya. Misalnya saja Ubay bin Khalaf dan Ash bin Wail yang menganggap bahwa hari kebangkitan tidak ada dan tidak logis.

Itulah beberapa alasan yang menjadikan kaum Quraisy menolak dakwah dan menolak untuk mengikuti ajaran Islam. Alasan-alasan ini sebagiannya masih ada sampai dengan sekarang. Beberapa orang ada yang menolak Islam karena salah satu atau beberapa alasan tersebut. Penolakan tersebut membuat orang-orang ini terhalang dari menerima hidayah dan rahmat Allah.