Tiap umat Islam tentu mendambakan kehidupan akhirat yang penuh dengan nikmat surga. Kamus Besar Bahasa Indonesia bahkan menjelaskan bahwa surga adalah alam akhirat yang membahagiakan roh manusia yang hendak tinggal di dalamnya. Artinya, keberadaan surga memang menjamin kehidupan siapapun yang tinggal di dalamnya untuk mendapat kebahagiaan yang kekal.

Ada banyak riwayat yang membahas tentang surga. Mulai dari jenis-jenis surga, isi surga, hingga golongan yang dapat masuk surga. Namun ternyata yang lebih utama, ada empat golongan yang dirindukan surga. Hal ini berdasarkan sebuah hadits nabi yang diriwayaykan Ibnu Abbas RA:

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَا لِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ .

رواه أبوداود والترمذي عن ابن عباس

Surga itu merindukan kepada 4 golongan: orang yang membaca Al Quran, orang yang menjaga lidah, orang yang memberi makan orang yang sedang kelaparan, dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadan.

Berdasarkan hadits di atas, golongan pertama yang dirindukan surga adalah orang yang (gemar) membaca Al-Qur’an. Dalam hal ini yang dimaksud adalah orang-orang yang bukan hanya gemar membaca Al-Qur’an saat bulan Ramadan tiba, tetapi benar-benar menghabiskan banyak waktunya untuk melantunkan ayat-ayat Allah. Kelompok ini selalu mengisi hidupnya dengan firman Allah, sehingga dalam kehidupannya pun kental dengan pedoman Al-Qur’an yang otomatis menghindarkan ia dari segala hal buruk.

Golongan kedua adalah orang-orang yang menjaga lisan. Seperti yang kita tahu, lisan adalah salag satu anggota tubuh yang merupakan nikmat tetapi juga dapat menjadi bumerang jika kita tidak dapat menjaganya. Berdasarkan fungsinya, lisan berguna untuk menyampaikan berbagai macam hal. Tak hanya informasi, tetapi juga pertanyaan, prasangka, bahkan jika tak dijaga juga dapat membuat kita menyampaikan fitnah. Adanya banyak fungsi tersebut mengharuskan kita betul-betul menjaga lisan, supaya tidak kita gunakan untuk melakukan hal yang tak baik. Jika kita menggunakan lisan untuk ghibah hingga menyampaikan fitnah, artinya kita makin banyak menghabiskan waktu tuk menggunakannya melakukan hal tak baik. Itu berarti juga kita akan makin jauh dari surga.

Golongan ketiga adalah orang yang memberi makan orang yang kelaparan. Makan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Bayangkan jika ada orang yang tidak mendapatkan nikmat untuk makan, betapa kurang hidupnya. Karenanya, kita perlu sadar bahwa kesempatan membantu sesama juga dapat dilakukan dengan memberi makan pada golongan tersebut. Dengan melakukannya, kita telah punya andil untuk menyelamatkan keberlangsungan hidupnya.

Golongan terakhir adalah orang yang berpuasa di bulan Ramadan. Puasa di bulan Ramadan merupakan rukun Islam yang berarti wajib dilaksanakan oleh seluruh Muslim. Ternyata ibadah tersebut tak sekadar kewajiban, tetapi juga dapat mengantarkan kita tuk masuk dalam golongan yang dirindukan surga.