Setiap anak memiliki impian yang beraneka ragam. Jika kita ingat, saat TK juga kita sering berpikir dan mengatakan bahwa saat dewasa nanti kita ingin menjadi pilot, dokter, guru, dan profesi lainnya. Biasanya, impian atau cita-cita anak akan berubah sesuai dengan hal yang diliat maupun didengar. Misalnya mereka mendengar cerita bahwa pilot puya kemampuan untuk menerbangkan pesawat. Dalam benak anak, dia merasa jika akan menyenangkan menjadi seorang pilot karena artinya dia memiliki kesempatan untuk sering naik pesawat terbang.

Alasan-alasan lucu itu tentu tidak salah karena pengetahuan anak pun baru sampai di situ, tetapi karena kondisi tersebut maka anak punya potensi untuk mengubah cita-citanya jika ia mengetahui ada hal yang dirasa tidak menyenangkan yang berkaitan dengan cita-citanya yang sekarang. Misalnya saat anak bercita-cita menjadi dokter karena merasa dapat membantu banyak orang, bisa saja suatu ketika keinginan itu akan berubah karena sang anak merasa sangat takut dengan darah. Kondisinya, ia akhirnya tahu bahwa dokter harus berani dengan darah bahkan akan sering melihat dan memegangnya. Seketika cita-citanya dapat berubah, bahkan selanjutnya ia akan benci dengan profesi dokter.

Fenomena-fenomena lucu tentang cita-cita anak ada beragam dan biasanya dianggap sepele. Padahal lewat fenomena-fenomena tersebut, orang tua dapat memiliki peran besar saat cita-cita anak berubah-ubah dan mereka merasa bingung. Salah satu sikap yang perlu ditunjukkan orang tua dalam merespon hal tersebut adalah dengan membangun dialog dengan anak untuk mengetahui alasan mereka mengubah cita-cita. Bila sudah mengetahui alasannya, orang tua dapat memfasilitasi anak untuk lebih mengenal dan memahami profesi yang dijadikan cita-cita. Caranya juga ada banyak. Selain bercerita, orang tua dapat mengenalkan dan mengajak anak bertemu dengan orang yang memiliki profesi tersebut. Dengan melakukannya, anak dapat melihat dan bertanya langsung supaya mendapatkan pemahaman yang baik mengenai profesi yang dia cita-citakan.

Tak hanya itu, orang tua juga dapat menemani anak untuk menonton film maupun video lain terkait profesi yang dicita-citakan anak. Tidak berhenti sampai di situ, setelah menonton bersama orang tua dapat menanyakan anak untuk mendapatkan respons terkait hal-hal yang sudah ia tonton. Anak pasti lebih paham dan memiliki pemikiran lebih luas setelahnya, sehingga ia memiliki pertimbangan lebih dalam mengenai cita-cita.

Persoalan cita-cita anak yang sering dianggap sepele sebenarnya dapat mengantarkan dia menjadi sosok yang lebih banyak ingin tahu dan punya kemauan besar dalam belajar dan mengatahui banyak hal. Sayang sekali jika orang tua tidak memanfaatkan momen tersebut untuk mendampingi dan memfasilitasi anak. Yang lebih epnting dari cita-cita yang sering berubah adalah wawasan anak yang ikut meluas seiring dia bertambah dewasa. Jika hal ini dibiasakan, maka ke depan anak akan tumbuh menjadi sosok yang punya pemikiran lebih komprehensif.