Jika seseorang bermasalah dalam kehidupan bermasyarakat, tengoklah caranya beribadah. Jika ibadahnya benar, benar pulalah tingkah lakunya. Sebaliknya, jika ibadahnya belum benar, tentu sikap dan perilakunya akan jauh dari kebenaran pula.

Para sahabat Nabi Muhammad SAW. beribadah dengan cara-cara yang tidak biasa. Tentu saja, ibadah di sini tidak melulu tentang shalat, zakat, puasa, atau berperang. Ibadah mereka sangat menakjubkan.

Salah satu kisah yang sering didengar sampai saat ini mengenai ibadah para sahabat Rasul ialah kisah tentang perlombaan sadaqah antara Umar bin Khatab dan Abu Bakar.

Umar bin Khattab RA berkata, “Suatu ketika, Rasulullah SAW menyuruh kami agar berinfak di jalan Allah. Kebetulan ketika itu ada sedikit harta pada saya, maka saya berkata di dalam hati, ‘Saat ini aku memiliki harta. Jika suatu saat aku dapat melebih Abu Bakar, maka inilah saatnya.’ Aku pun pulang ke rumah dengan gembira. Lalu saya membagi dua seluruh harta yang ada di rumah. Setengahnya untuk keluarga dan setengahnya lagi saya serahkan kepada Rasulullah SAW.”

Rasulullah SAW berkata, “Wahai Umar, adakah yang kamu tinggalkan untuk keluargamu?” Saya menjawab, “Ada ya Rasulullah.”

Nabi bertanya lagi, “Apa yang kamu tinggalkan?” Saya menjawab, “Saya tinggalkan untuk mereka setengah dari harta saya.”

Kemudian, datanglah Abu Bakar RA, dengan membawa seluruh hartanya. Rasulullah SAW bertanya kepadanya, “Wahai Abu Bakar, apa yang kamu tinggalkan untuk keluargamu?”

Abu Bakar menjawab, “Saya tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya.”

Melihat hal ini, Umar berkata, “Saya tidak akan pernah dapat mengalahkan Abu Bakar.”

Syekh Maulana Muhammad Zakariya Al Khandahlawi, dalam kitabnya yang berjudul Fadhilah Amal menerangkan, saling berlomba dalam amal shaleh dan kebaikan sangat baik dan disukai. Kisah di atas terjadi menjelang perang Tabuk.

Pada saat itu, Nabi memberi anjuran untuk bersedekah secara khusus. Dan para sahabat dengan kemampuan masing-masing menginfakkan harta mereka fi sabilillah dengan penuh gairah dan semangat. Walaupun, melebihi kemampuan mereka.

Dari kisah ini kita dapat mengambil pelajaran, bahwa berlomba-lomba dan berusaha melebihi orang lain dalam kebaikan adalah perbuatan baik dan merupakan perbuatan yang disukai Allah SWT dan Rasul-Nya. Allah SWT menganjurkan kita untuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan, seperti firman Allah dalam Al-Quran,

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(QS. Al Baqarah: 148)

Kisah Umar dan Abu Bakar di atas hendaknya memotivasi kita agar bisa berlomba lomba dalam bersedekah. Banyak orang yang meski termasuk orang mampu, tapi tidak mau bersedekah ketika tahu ada banyak orang di luar sana yang kurang mampu. Ada banyak keutamaan yang dijanjikan oleh Allah SWT bagi orang-orang yang gemar bersedekah. Orang-orang seperti ini akan dimuliakan oleh Allah SWT dan mereka akan mendapat balasan luar biasa dari Allah SWT.

Beberapa keutamaan bersedekah diantaranya adalah dengan bersedekah kita akan mendapat pahala berlipat ganda, dapat menghapus dosa-dosa, akan dinaungi pada hari akhir, dapat menambah harta kekayaan dan masih banyak lagi yang harusnya sebagai umat yang taat kita tergerak untuk berbagi. Dengan mengetahui keutamaannya, kiranya kita bisa menjadi orang yang lebih sadar untuk melakukan sedekah di manapun.