Salat merupakan ibadah mahdhah yang dilaksanakan oleh ummat Islam. Ragam salat yang dikerjakan bukan hanya salat fardhu, tetapi juga salat sunnah. Ada berbagai salat sunnah yang dapat dilakukan berdasarkan waktu pelaksanaannya, termasuk salat dhuha.

Salat dhuha adalah salat sunnah yang dikerjakan saat waktu dhuha, yaitu waktu ketika matahari terbit hingga terasa panas menjelang salat dhuhur. Ada banyak keutamaan jika kita melaksanakan salat duha, di antaranya adalah membersihkan diri dari dosa dan terkabulnya segala doa. Hal ini selayaknya hadits dari Abi Hurairah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” مَنْ حَافَظَ عَلَى سُبْحَةِ الضُّحَى غُفِرَتْ ذُنُوبُهُ ، وَإِنْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ ”

Barang siapa menjaga shalat dhuha, maka Allah akan mengampuni segala dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.

Dalam sebuah hadis juga Rasulullah menegaskan soal keutamaan salat dhuha yang lain:

عن أبي الدرداء وأبي ذرِّ ( رضي الله عنهما ) عن رسول الله صلى الله عليه وسلم : عن الله تبارك وتعالى أنه قال : ابن آدم ، اركع لي أربع ركعاتٍ من أول النهار أكفك آخره ” ( رواه الترمذي )

Dari Abi Darda’ dan Abi Dzar dari Rasulullah saw (langsung) dari Allah Tabaraka wa Ta’ala “ruku’lah untukku empat rakaat di permulaan hari (pagi), maka Aku akan mencukupi-Mu di sisa hari-Mu”

Sebetulnya, salat dhuha dikerjakan minimal dua rakaat. Namun jika dikerjakan empat rakaat akan lebih baik, dan menjadi sempurna jika dikerjakan enam rakaat. Lebih utama lagi jila dikerjakan delapan rakaat, tetapi teknisnya tetaplah dikerjakan dengan dua rakaat untuk satu kali salam.

Pelaksanaan salat dhuha diawali dengan niat:

أصلى سنة الضحى ركعتين لله تعالى

Usai takbir di rakaat pertama, surat yang dibaca adalah surat al-fatihah dan surat asy-syams. Sedangkan surat yang dibaca untuk rakat kedua adalah surat al-fatihah dan al-kafirun. Secara teknis lainnya, sama dengan salat pada umumnya.

Doa yang dibaca usai salam adalah:

اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضَحَائِكَ وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا آتَيْت عِبَادَك الصَّالِحِينَ

Ya allah sesungguhnya waktu dhuha adalah dhuha-Mu, dan keindahan adalah keindahan-Mu, dan kebagusan adalah kebagusan-Mu, dan kemampuan adalah kemampuan-Mu, dan kekuatan adalah kekuatan-Mu, serta perlindungan adalah perlindungan-Mu. ya allah apabila rizqiku berada di langit maka mohon turunkanlah, bila di bumi mohon keluarkanlah, bila sulit mudahkanlah, bila jauh dekatkanlah, dan bila haram bersihkanlah, dengan haq dhuha-Mu, keindahan-Mu, kebagusan-Mu, kemampuan-Mu, kekuatan-Mu dan perlindungan-Mu, berikanlah kepadaku apa saja yang engkau berikan kepada hamba-hambamu yang shaleh.