Akhlak merupakan bentuk kesempurnaan iman yang dimiliki seorang muslim. Karena hampir setiap persoalan hidup dan cara menyelesaikan terkait dengan akhlak dan sikap yang dimiliki oleh seseorang. Baik dalam lingkup pribadi hingga lingkup sosial yang lebih besar.

Akhlak juga merupakan gambaran dari keimanan dan ibadah yang benar. Saat seseorang memiliki pemahaman agama yang baik, maka sudah semestinya orang tersebut juga memiliki akhlak yang baik. Ajaran dalam Islam yang bersifat menyeluruh juga memperhatikan bagaimana akhlak yang dimiliki seorang muslim.

Secara umum, ada lima gambaran utama bagaimana akhlak seorang muslim seharusnya, yaitu:

1. Mengenal dan memahami segala bentuk kebaikan

Seorang muslim yang memahami agamanya dengan baik sudah semestinya juga mengenal dan memahami segala bentuk kebaikan. Termasuk memahami kebaikan adalah memahami persamaan, keadilan, kewibawaan, kesetiaan, kesederhanaan, kesantunan, kerendahan hati, pengorbanan, perjuangan, dan hal – hal baik lainnya.

Tentu saja pemahaman mengenai hal ini bukan berdasarkan definisi manusia, namun mengikuti definisi Islam memandang kebaikan tersebut. Karena itu, seorang muslim dengan akhlak yang baik adalah orang yang senantiasa menyeimbangkan antara ibadah, ilmu, dan amalnya.

2. Melakukan amar ma’ruf nahi munkar

Melakukan amar ma’ruf nahi munkar adalah bentuk kebaikan dan kemuliaan yang dimiliki seorang muslim. Amalan ini juga mencerminkan keutamaan akhlak dan harus dilandasi dengan niat yang ikhlas karena Allah. Melakukan amar ma’ruf nahi munkar juga harus dibarengi dengan taubat, tawakkal, rasa takut akan ancaman Allah, dan juga pengharapan akan rahmat Allah.

Pada dasarnya, amar ma’ruf nahi munkar yang dilakukan oleh seorang muslim yang berakhlak baik selalu diniatkan untuk memuliakan syiar Allah, meraih ridho-Nya, dan menghindari murka Allah. Karena itu, selain niatnya harus benar, caranya pun harus baik dan sesuai dengan ajaran Islam.

3. Mengharamkan segala bentuk kerusakan dan moralitas yang buruk

Termasuk juga akhlak yang baik adalah mengharamkan segala bentuk kerusakan dan moralitas yang buruk. Jika diperlukan maka termasuk bersikap keras kepada dosa besar dan segala hal yang mengantar seseorang ke arah dosa besar tersebut.

Contoh kerusakan dan moralitas yang buruk adalah riba, memakan harta orang lain, durhaka, memutus hubungan kerabat, menyakiti orang lain, juga segala sifat munafik seperti dusta, khianat, dan melanggar janji. Termasuk juga moralitas yang buruk adalah khamr, judi, dan zina, juga setiap hal yang mengarah kepada hal – hal tersebut.

4. Mengingkari setiap kerusakan yang menyimpang dari fitrah

Di dalam diri manusia terdapat fitrah kebaikan yang selaras dengan akal sehat manusia. Pada dasarnya, nurani dan hati setiap orang mengetahui dan memberi tanda penolakan saat melakukan ataupun melihat orang yang melakukan kerusakan atau menyimpang dari fitrah.

Seorang muslim dengan akhlak yang baik akan memahami tanda ini dan berusaha mengingkari setiap kerusakan yang tampak di hadapannya. Baik dengan perbuatan, perkataan, maupun dengan hatinya dengan cara menolak untuk mewajari hal tersebut.

5. Menganjurkan untuk berakhlak mulia sesuai fitrah

Di samping menolak segala kerusakan, seorang muslim dengan akhlak yang baik juga selalu berusaha untuk mengajak kepada akhlak mulia yang sesuai dengan fitrah dan juga akal sehat yang waras. Baik dalam bentuk membenarkan, mendukung, menganjurkan, atau memerintahkan untuk berakhlak mulia kepada diri sendiri dan orang lain.

Menjadi muslim yang berakhlak baik bukan sekedar menjadi orang baik saja. Namun juga menghendaki kebaikan tersebut tersebar dan dirasakan oleh orang – orang yang di sekitarnya. Karena itulah, menjadi baik sendiri saja tidak cukup jika kebaikan tersebut tidak dapat dirasakan oleh orang dan lingkungan dimana seorang muslim berada.