Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan Allah kepada manusia. Di samping itu, al-Qur’an juga merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW. Turunnya al-Qur’an adalah rahmat dan keberkahan bagi semua umat manusia. Dan tentu saja ada tujuan khusus mengapa al-Qur’an diturunkan sebagai kitab suci.

Memahami tujuan diturunkannya al-Qur’an merupakan hal penting yang wajib dipahami oleh setiap umat Islam. Karena pada dasarnya, Islam sendiri merupakan agama yang mengutamakan pemahaman yang utuh dan menyeluruh. Termasuk juga dalam berinteraksi dengan al-Qur’an.

Dengan memahami tujuan pokok diturunkannya al-Qur’an, maka akan lebih mudah bagi kita untuk mendapatkan pemahaman mengenai isi dari al-Qur’an itu sendiri. Ada empat tujuan pokok diturunkannya al-Qur’an, yaitu:

1. Petunjuk Menuju Allah

Tujuan dari mempelajari al-Qur’an tidaklah sesederhana gelar atau pujian dari manusia. Juga bukan untuk pamer kemampuan dan intelektualitas di hadapan manusia. Lebih dari itu, mempelajari al-Qur’an adalah cara kita mengenal Allah dan juga petunjuk untuk menuju Allah.

Dengan diturunkannya Al-Qur’an, maka seorang hamba bisa lebih mengenal Allah. Mengetahui apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang oleh Allah. Juga mengetahui bagaimana cara menjadi hamba yang dicintai Allah.

2. Membentuk Pribadi Islami

Al-Qur’an berisi banyak pengajaran bagi manusia. Mulai dari pengajaran tentang diri, alam, lingkungan, hingga ibadah dan cara mengenal Allah. Berbagai pengajaran ini menjadikan seorang muslim menjadi pribadi islami dengan keislaman yang kaffah dan menyeluruh.

Dengan memahami tujuan Al-Qur’an sebagai pembentuk pribadi muslim, maka setiap muslim akan terdorong untuk mempelajari Al-Qur’an lebih dalam. Tidak terbatas hanya sampai pengkajian saja, tapi juga untuk diterapkan dalam kehidupan sehari – hari dan dalam berbagai aspek kehidupan.

Dalam salah satu hadits riwayat Ahmad pun Rasulullah SAW pernah bersabda :

“Bahwasanya aku diutus adalah untuk menyempurnakan kebaikan akhlak.”
(HR. Ahmad)

3. Membimbing dan Memandu Manusia

Al-Qur’an adalah petunjuk, pembimbing, dan pemandu manusia. Dalam al-Qur’an terdapat hukum yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Termasuk di dalamnya membahas apa yang baik dan apa yang buruk.

Pengaturan yang menyeluruh ini bukanlah sebuah batasan yang mengekang. Sebaliknya, pengaturan yang menyeluruh ini justru menciptakan keseimbangan antar manusia dengan manusia hingga manusia dengan lingkungannya.

Saat setiap panduan di dalam Al-Qur’an dijalankan dengan baik, maka tidak akan terjadi benturan kepentingan, benturan hak, benturan kewajiban, hingga benturan ego yang umum terjadi saat ini.

4. Membentuk Masyarakat Islam

Terakhir, tujuan pokok diturunkannya al-Qur’an adalah untuk membentuk masyarakat Islam. Dalam masyarakat Islam, setiap elemen masyarakatnya terbiasa menegakkan nilai – nilai iman. Termasuk ciri masyarakat islam adalah kondisi dimana masyarakatnya terbiasa menyuruh dan mengingatkan untuk melakukan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, serta beriman kepada Allah.

Saat suatu masyarakat sudah terbentuk menjadi masyarakat Islam, maka masyarakat tersebut telah menjadi bagian dari umat terbaik yang disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 110, yang berbunyi :

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang maruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”
(QS. Ali Imran, 3 : 110)

Itulah empat tujuan pokok diturunkannya Al-Qur’an ke muka bumi. Jika empat tujuan pokok ini bisa terwujud, maka tujuan lainnya pun akan mengikuti. Dan untuk mewujudkan tujuan pokok Al-Qur’an ini, tidak cukup jika seorang muslim hanya membaca Al-Qur’an saja.

Tujuan pokok Al-Qur’an baru akan terwujud jika umat Islam juga memahami, menghafal, mengamalkan, dan yang paling utama adalah juga mengarahkan dan membagikan ajaran Al-Qur’an agar membumi dan dipahami oleh lebih banyak umat manusia.