Bagaimana caranya menjadi guru yang dicintai oleh muridnya?

Pertanyaan ini tepatnya ditanyakan kepada dua pihak. Pertama, guru yang sudah terbukti dicintai oleh muridnya. Kedua, murid yang mencintai gurunya. Jika pertanyaan ini diajukan kepada guru yang belum terbukti dicintai oleh muridnya, jawabannya belum tentu valid. Bisa jadi benar, bisa jadi salah.

Menjadi guru yang dicintai oleh murid tentu harapan bagi seorang guru. Walaupun tidak semua guru yang punya harapan ini. Kenapa? Karena tidak bisa kita pungkiri pasti ada saja segelintir guru yang hanya membatasi guru sebagai profesi, bukan visi. Guru yang hanya kerja sebagai guru, bukan menjalani perannya sepenuh hati.

Dari kalimat tadi, sebenarnya sudah ada gambaran bagaimana menjadi guru yang dicintai. Beberapa jawaban berikut adalah jawaban yang didapat dari para murid. Murid yang mencintai gurunya, memberikan “syarat” sebagai berikut:

1. Memberikan Pengalaman

Guru yang dicintai oleh muridnya pasti memberikan hal yang lebih dibandingkan guru pada umumnya. Mereka bukan hanya mengajar di kelas, tapi juga memberikan peran dan pengalaman.

Misalkan, seorang guru yang memberikan kepercayaan pada muridnya untuk mengikuti sebuah perlombaan. Dia hadir sebagai pembimbing, memberikan dukungan, bahkan turut hadir secara fisik membersamai muridnya. Apa-apa yang guru ini berikan memberikan pengalaman yang berkesan di hati muridnya. Terlepas dari hasilnya juara atau tidak, tapi pengalaman yang dijalani bersama ini adalah suatu hal yang begitu berharga untuk dilupakan.

2. Mengenali, Bukan Hanya Mengetahui

Ada 5 tahap dalam ukhwah Islamiyah. Taaruf (saling mengenal), tafahum (memahami), ta’awun (saling menolong), takaful (saling menanggung), dan itsar (mendahuhului orang lain dibandingkan diri sendiri).

Taaruf adalah tahap paling dasar. Bahkan sebenarnya masih ada tahap sebelum itu. Apa itu? Mengetahui Ya, hanya sekilas tahu saja. Misalkan dalam interaksi guru kepada murid. Guru tersebut hanya sekedar tahu siapa nama muridnya dan berapa nilainya. Tidak ada informasi lebih yang dia usakankan untuk kenali. Padahal mengenali adalah tahap sebelum mencintai.

Bagi guru yang ingin dicintai oleh muridnya, cobalah kenali lebih dalam diri seorang murid. Kelebihannya, latar belakangnya, orangtuanya, dan berbagai hal lain yang membuat seorang murid merasa dikenali oleh gurunya.

3. Nyambung dengan Dunia Mereka

Perbedaaan usia antara guru dan murid harusnya bukan menjadi tembok pemisah untuk mengenali. Perbedaan adalah keniscayaan yang harus diterima. Guru sebagai pengajar agar bisa dicintai oleh muridnya harus bisa memberikan usaha lebih. Mengenali muridnya akan berbuah nyambung ketika diajak bicara.

Contohnya. Apa yang sedang hits di kalangan muridnya sekarang? Anggaplah itu idola anak muda. Kalau memang idola yang dia pilih tidak membuatnya semakin mendekat kepada Allah, maka jangan langsung dihakimi. Dekatilah perlahan. Nyambung dulu dengan dunia murid, barulah perlahan berikan pengaruh yang positif.

4. Menjadi Teman Cerita

Tidak semua guru yang punya kesempatan untuk menjadi teman cerita. Biasanya guru BK mendapat keistimewaan ini. Biasanya loh ya. Walaupun belum tentu guru BK menjadi tema yang nyaman bagi murid untuk bercerita.

Menjadi teman bercerita adalah usaha lebih. Ada waktu yang diberikan, ada hati yang dibuka, dan ada energi yang siap diserap sekaligus keluarkan. Apalagi bagi murid yang jauh dari orangtua seperti sekolah berasrama. Guru yang nyaman untuk menjadi teman bercerita akan semakin dicintai oleh muridnya karena bisa menjadi pengganti orangtua di sekolah.

5. Menjadi Teladan Bagi Murid

Guru adalah pahlawan tanda jasa. Begitu katanya. Tapi pepatah ini tidak bisa diterima dengan mentah-mentah begitu saja. Bagaimana jika guru tersebut tidak mendapat tempat di hati muridnya? Tidak memberikan keteladanan sehingga apa-apa yang dilakukan oleh guru tersebut menjadi pembenaran ketika murid berbuat salah. Murid akan berkata “kan bapak guru berbuat begitu”.

Jawaban “karena saya kan guru” tidak bisa diterima dengan begitu saja. Karena bagi murid, guru adalah teladan. Maka apa-apa yang dilakukan oleh guru, akan menjadi teladan sekaligus pembenaran baginya.

Menjadi guru yang dicintai oleh murid adalah harapan. Semoga dengan memberikan suatu hal yang lebih, kelak murid pun perlahan akan mencintai gurunya.